Meski GEMA Nagari Diyakini Mampu Dorong Ekonomi Pedesaan, Namun Sistem Perlu Diperbaiki

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Barat (Sumbar), Zirma Yusri
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Barat (Sumbar), Zirma Yusri (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Setelah 3 tahun berjalan, perkembangan Gerakan Lima Ribu Membangun (GEMA) Nagari dinilai berjalan ditempat. Banyak hambatan yang ditemukan dilapangan, salah satunya penyediaan tekonologi informasi dan alat untuk menjalankan program seperti komputer dan handphone serta rekening bank.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Barat (Sumbar), Zirma Yusri menjelaskan, konsep GEMA Nagari merupakan suatu gerakan untuk menggugah kepedulian anak nagari baik yang berada di kampung maupun yang berada di perantauan dengan cara investasi atau suntikan modal untuk koperasi ditingkat nagari.

"Tujuannya untuk membangun dan berpartisipasi membangun perekonomian masyarakat yang berdomisili di nagari/desa di kampung halamannya," jelasnya, Selasa, 22 Januari 2019.

Baca Juga

Pihaknya berupaya untuk keluar dari persoalan itu dengan memperbaiki sistem dan mekanisme dalam menjalankan GEMA Nagari. Menurutnya, dengan perkembangan tekonologi seperti andorid, sudah bisa mengganti sedikit banyaknya fungsi dari sebuah laptop. Maka dari itu, Zirma menyatakan perlu adanya perbaikan, dan kepada masyarakat diminta untuk bisa memiliki andorid, sebagai fungsi awal menjalankan koperasi di nagari/desa.

"Android kini itu, bisa melakukan berbagai hal. Jadi akan sangat terbantu menggunakan andorid dalam hal menjalankan koperai di nagari/desa. Sehingga bisa mengetahui kondisi finansial di koperasi yang dibangun, dan mengetahui uang masuk yang dikirim oleh perantau," ucapnya.

Zirma mengaku sejauh ini belum mengetahui berapa unit koperasi di nagari/desa yang dibangun dari GEMA Nagari. Untuk itu, di tahun 2019 ini akan membuat semacam intruksi kepada Gubernur Sumatera Barat, supaya Pemerintah Nagari bergerak membangun koperasi. Namun sebelum intruksi dilakukan perlu melakukan sosialisasi terkait penggunaan andorid, dalam menjalankan sistem dan mekanisme di koperasi.

Ia menjelaskan, nantinya setelah adanya intruksi dari Gubernur Sumatera Barat, maka di setiap daerah kabupaten dan kota menugaskan walinagari untuk membangun koperasi, apalagi sudah 3 tahun berjalan, sehingga perlu adanya komitmen kembali untuk mensukseskan GEMA Nagari ini.

Dilanjutkannya, sejauh ini ada beberapa pihak yang menilai koperasi di nagari/desa tidaklah perlu, karena dengan adnaya Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes), tidak diperlukan lagi adanya koperasi, sebab peran dari koperasi dan BUMDes bisa dikatakan hampir sama.

"Sebenarnya koperasi di desa itu jauh berbeda dengan BUMDes. Koperasi jelas ada aturan yang mengaturnya, sementara BUMDes merupakan sebuah program dari Kementerian Desa dimana aturan keberadaannya hanya ada dibagian-bagain aturan-aturan yang telah ada itu," sebutnya.

Zirma menilai untuk menjalankan koperasi di nagari/desa itu, karakter dari masyaarakatnya perlu diperkuat. Karakter yang dimaksud, bahwa GEMA Nagari hadir untuk membangun ekonomi di nagari.

"Saya melihat GEMA Nagari ini akan menjadi sebuah masa depan yang bagus dan mempu menjadi harapan ekonomi masyarakat di pedesaan. Artinya, tidak ada yang mubazir GEMA Nagari ini, tapi suatu hal yang sangat bermanfaat," jelasnya. (Joni Abdul Kasir)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri