Kemenpar Akan Bangun Ikon Pariwisata Mandeh di Puncak Bukit Ameh, Apa Itu?

"Hal itu sesuai dengan janji Menpar Arif Yahya kepada Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit waktu launching TdS lalu"
Kawasan Mandeh, Pessel (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan membangun ikon pariwisata Mandeh di puncak Bukit Ameh pada ketinggian 180 meter dari permukaan laut .

"Sederhananya mereka (Kemenpar) akan membangun gedung sebagai ikon pariwisata Mandeh. Mereka bangun gedung bagus, di gedung itu pengunjung bisa melihat keindahan sekeliling Mandeh secara keseluruhan," ujar Oni, Selasa, 22 Januari 2019.

Dilanjutkannya, Master Plan (rencana induk) pengembangan kawasan wisata Mandeh menjadi tanggungjawab Kemenpar. Mereka akan merumuskan bagaimana pengembangan Mandeh kedepan.

"Hal itu sesuai dengan janji Menpar Arif Yahya kepada Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit waktu launching TdS lalu," terangnya.

Oni mengaku sudah bertemu dengan Konsultan Visioning Master Plan Mandeh secara langsung. Waktu itu diajak oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizki Ratman.

"Jadi dijabarkan konsultan itu mimpinya kita tentang Mandeh itu seperti apa. Pak Dadang juga menjelaskan, dalam master plan itu dirumuskan jalannya bagaimana, ikonnya seperti apa, posisi masyarakatnya dimana dan bagaimana," ulasnya.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, pengembangan pariwisata Mandeh harus melalui koordinasi dan kerjasama lintas instansi sehingga pengembangan berjalan dengan baik mulai dari kabupaten, provinsi dan pusat.

"Kita juga harus mengakomodir aturan yang sudah ada seperti Perda Zonasi sehingga jelas mana saja yang bisa dikembangkan dan yang tidak. Mana lahan untuk masyarakat kemudian disingkronkan dengan master plan," ujarnya.

Wagub yakin KEK Mandeh akan terwujud tahun ini jika persyaratan seperti master plan dan Amdal telah rampung. "Kalau sudah siap persyaratan tinggal masukin proposal ke Kementerian Perekonomian," tukasnya. (Joni Abdul Kasir)