Banjir di Sulawesi Selatan, Enam Orang Dilaporkan Meninggal

"Bencana banjir di sejumlah kecamatan di Gowa juga diperparah naiknya elevasi tinggi muka air (TMA) di Bendungan Bili-bili hingga status Siaga (101.87 meter)"
Anggota TNI melakukan evakuasi terhadap korban banjir di Sulsel. (IDN Times)

KLIKPOSITIF -- Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan dua hari terakhir dilaporkan menelan korban jiwa. Sedikitnya ada 6 warga meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor pada Selasa (22/1) kemarin.

Empat dari enam warga yang ditemukan meninggal dunia merupakan korban banjir bandang akibat luapan aliran Sungai Jeneberang, pasca pembukaan pintu air Bendungan Bili-bili, Selasa siang.

Mereka masing-masing bernama Akram Al Yusran (3) warga BTN Zigma Pangkabinanga Pallangga Gowa, Rizal Lisantrio (48) BTN Batara Mawang dan dua korban ditemukan di belakang Pasar Sapaya, Kecamatan Bungaya Sarifuddin Dg Baji, berserta seorang bayi yang belum teridentifikasi.

Dua korban lainnya, merupakan warga yang tertimpa material longsor di lokasi berbeda, yakni Kecamatan Parigi dan Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa. Masing-masing Andi Sri Hastuti dan lainnya belum teridentifikasi.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, selain korban meninggal dunia, dilaporkan ada 10 warga hilang terseret arus banjir. "Untuk korban luka ada 4 orang masing-masing di satu Kecamatan Manuju, satu di Bontomarannu dan 2 di Kecamatan Pallangga," kata Adnan seperti dilansir dari suara.com, jaringan Klikpositif.

Bencana banjir di sejumlah kecamatan di Gowa juga diperparah naiknya elevasi tinggi muka air (TMA) di Bendungan Bili-bili hingga status Siaga (101.87 meter).

Kondisi itu memaksa Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) membuka kedua pintu air. Akibatnya, debit air di aliran Sungai Jeneberang meningkat dengan cepat dan meluap hingga permukiman warga. (*)