Batagak Panghulu di Payakumbuh Jadi Pengalaman Pertama Gubernur Sumbar Hadiri Acara Adat

"Selama menjabat, dirinya belum pernah hadir dalam acara serupa"
Irwan Prayitno bersama petinggi adat di Kota Payakumbuh (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat Kampai)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menjadikan acara Batagak Panghulu, Barolek Balindang Urek Nagori Koto Nan Gadang di Kota Payakumbuh sebagai pengalaman pertamanya hadir di acara adat.

Ia mengaku, selama menjabat, dirinya belum pernah hadir dalam acara serupa. "Sudah delapan tahun saya jadi gubernur saya sering diundang menghadiri berbagai kegiatan adat, tapi selama ini undangan tersebut hanya dalam bentuk surat saja," katanya, Rabu 23 Januari 2018.

Ia menyebutkan, Nagari Koto Nan Gadang adalah daerah pertama yang mengundang dirinya secara langsung untuk hadir dalam gelaran adat.

"Saya diundang langsung ke rumah dinas bersama Walikota Riza Falepi, Niniak Mamak, Penghulu, Bundo Kanduang, dan lengkap dengan carano serta siriah," ungkap Irwan.

Pada Batagak Panghulu tersebut, sebanyak 17 penghulu yang berasal dari empat suku besar di Nagari tersebut dilewakan (dikukuhkan) gelar adatnya.

Empat suku besar itu adalah Suku Limo Nan Tujuah, Suku Bodi Chaniago, Suku Ompek Niniek, dan Suku Sambilan Ompek per Ompek.

"Meski berada di tengah Kota Payakumbuh, adat di Koto Nan Godang ini masih terjaga. Kekompakan antar suku di sini terlihat melalui kegiatan ini. Banyak daerah lain yang meski berlokasi di pinggiran tapi adat istiadat sudah mulai ditinggalkan," kata politisi PKS itu.

Lebih lanjut IP menyebut, adat istiadat Minangkabau adalah panduan dan pedoman hidup bagi setiap warga masyarakat Minang. Adat di sini abadi karena melekat pada syariat agama Islam.

"Kita orang Minang harua menunjukkan jati diri kita. Adat perlu diangkat untuk mengetahui siapa kita. Identitas yang tak jelas membuat kita sulit mengaktualisasikan diri," sebut dia.

Untuk 17 penghulu yang dikukuhkan, IP berharap mereka bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal di tengah-tengah masyarakat. Apabila hal itu bisa dijalankan, kehidupan bermasyarakat di Minangkabau akan bisa berjalan dengan ... Baca halaman selanjutnya