Kasus DBD Tinggi, Dinkes Sumbar Minta Implementasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday menyampaikan, hingga hari ini, 23 Januari 2019 telah terdata 140 kasus DBD (demam berdarah dengue) di daerah itu. Dari jumlah tersebut masih bisa ditangani masing-masing rumah sakit yang merawat dan tidak menimbulkan korban.

DBD tidak hanya melanda Sumbar namun juga beberapa daerah di Indonesia. Untuk itu kata Merry, menindaklanjuti surat dari Kementerian Kesehatan terkait DBD , pihaknya sudah menyurati Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sumbar.

baca juga: Rumah Sakit di Sumbar Kekurangan Masker N95 Untuk Menangani Pasien COVID-19

"Kami sudah surati Dinkes kabupaten dan kota sejak 17 Desember 2018 lalu. Ini sebagai kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD dan langkah menekan penyakit yang disebabkan nyamuk tersebut," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF , Rabu 23 Januari 2019.

Dijelaskannya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan daerah untuk mencegah masyarakat terkena DBD . Diantaranya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas plus mencegah gigitan nyamuk).

baca juga: Terapkan Pola Hidup 'CERDIK' Bisa Terhindar dari Corona, Apa Itu?

"Daerah bisa memaksimalkan kerja tugas juru pemantau jentik (jumantik). Implementasikan kembali gerakan satu rumah satu jumantik," terangnya.

Kemudian, meningkatkan surveilans kasus dan faktor resiko terhadap kejadian DBD . Diantaranya melalui kegiatan pemantauan jentik berkala (PJB) dan mengaktifkan juru pemantauan jentik (Jumantik). Mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional penanggulangan DBD (Pokjanal DBD ) di tingkat RT/RW, Kelurahan, Nagari, Kecamatan hingga kabupaten dan kota.

baca juga: Menkes: Tenaga Kesehatan Telah Dikirim untuk Tangani DBD, Utamanya di Sikka

Selanjutnya disampaikan Merry, meningkatkan kapasitas sumber daya pencegahan dan pengendalian DBD meliputi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), biaya, bahan dan peralatan untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan segera.

Berikut data update kasus DBD di 19 kabupaten dan kota di Sumbar hingga 23 Januari 2019.

baca juga: Penderita DBD Meninggal di Jateng Lebih Banyak dari Corona, Pasien Ribuan Orang

1. Sawahlunto: kasus 2, kematian 0
2. Pasaman Barat : kasus 8, kematian 0
3. Mentawai : kasus 0, kematian 0
4. Kota Pariaman : kasus 3, kematian 0
5. Dharmasraya: kasus 3, kematian 0
6. Pasaman : kasus 6, kematian 0
7. Payakumbuh : kasus 5, kematian 0
8. Kabupaten Solok : kasus 11, kematian 0
9. Kab Lima Puluh Kota : kasus 2, kematian 0
10. Kota Padang : kasus 39, kematian 0
11.Bukittinggi : kasus 3 meninggal 0
12. Padangpanjang: kasus 4, meninggal 0
13. Solok selatan : kasus 0, meninggal 0
14. Pesisir Selatan : kasus 4, kematian 0
15. Kota Solok : kasus 2, kematian 0
16. Sijunjung : kasus 17, kematian 0
17. Tanah Datar : kasus 5, kematian 0
18. Agam : kasus 17, kematian 0
19. Padang Pariaman : kasus 9, kematian 0

(Joni Abdul Kasir)

Penulis: Rezka Delpiera