Dinas Kelautan Sumbar Akan Lakukan Aksi Bersih-bersih Maret Mendatang

Tumpukan Sampah di Pantai setelah banjir beberapa waktu lalu
Tumpukan Sampah di Pantai setelah banjir beberapa waktu lalu (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar terus melakukan pembersihan kawasan perairan sungai dan pantai. Di 2019, aksi bersih-bersih akan dilaksanakan pada Maret mendatang. Kali ini, kawasan yang disasar adalah Batang Harau dan sekitarnya dengan melibatkan banyak unsur.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri, mengatakan aksi bersih sungai Batang Harau ditarget sepanjang 3.5 Km. "Aksi akan dimulai dari jembatan Seberang Padang sampai Muara Padang. Yang akan di bersihkan adalah sampah sampah dalam sungai, di bantaran sungai dan pinggir sungai. Petugas kami akan menggunakan boat-boat, eskavator dan sarana pendukung lainnya," kata Yosmeri, Jumat 25 Januari 2019.

Agar aksi berjalan lancar pihaknya telah melakukan sinergi dengan SKPD terkait baik provinsi dan Kota Padang serta dengan BUMN seperti PT Semen Padang, Pelindo dan bank-bank serta perguruan tinggi dan TNI/ Polri. Pada Rabu (23/1) dilakukan rapat awal di kantor DKP .yang dihadiri Komadan Lantamal, Laksamana Agus Sulaiman, Asisten II Setdaprov, Beni Warlis.

Baca Juga

"Gerakan ini akan melibatkan lapisan masyarakat, ASN, mahasiswa, pelajar, TNI, Polri BUMN, LSM dan pihak terkait lain yang peduli dengan kebersihan sungai dan pantai," terangnya.

Dijelaskan Yosmeri, semua pihak harus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya kebersihan pantai. "Apalagi laut sumber kehidupan bagi semua masyarakat, bukan hanya bagi masyarakat pesisir saja. Mencemari laut sama saja dengan merusak masa depan masyarakat. Jika kepedulian terhadap kebersihan laut tidak ditegakkan maka pada 2050 mendatang, generasi pelaut akan lebih banyak mendapatkan plastik dari pada ikan di lautan," jelasnya.

"Kondisi ini harus kita dorong selalu. Sampah di pinggir pantai akan menumpuk lebih banyak jika dibiarkan. Jika setiap hari masyarakat membuang limbah plastik, botol, kaleng bekas dan limbah lainnya ke laut, biota laut seperti terumbu karang akan rusak dan produksi ikan akan menurun," katanya.

Ia menekankan budaya buang sampah ke laut harus sesegera mungkin diubah. Selain itu budaya membangun rumah yang membelakangi laut juga harus diubah karena berdampak pada kesadaran akan kebersihan laut.

Selain melakukan aksi bersih sungai juga dilakukan olahraga fologing sport yaitu olahraga jalan sambil mengumpulkan sampah. Aksi dimulai di Seberang Padang finish di Muaro dekat Jembatan Siti Nurbaya. "Nanti siapa yang paling banyak kumpulkan sampah akan diberi hadiah," sebut Yosmeri.

Untuk pembersihan sampah sungai juga direncanakan dilakukan lomba bersih sungai dengan melibatkan perahu perahu nelayan. Kegiatan aksi bersih-bersih itu juga dalam rangka hari sampah dan memperingati hari air. Menurut rencana aksi itu akan dihadiri Gubernur Sumbar dan wakilnya.

Selama 2018, aksi bersih pantai juga telah dilakukan DKP Sumbar disejumlah daerah seperti di Pasaman Barat tepatnya Pantai Air Bangis. Gerakan bersih pantai tersebut dilakukan dalam upaya mendorong masyarakat setempat untuk mengubah perilaku negatif dalam memperlakukan laut beserta ekosistem yang ada di dalamnya dengan sadar akan lingkungan pesisir yang bersih dari sampah.

[Joni Abdul Kasir]

Baca Juga

Penulis: Fitria Marlina

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com