Pertahankan Swasembada Pangan, Kabupaten Solok Targetkan Produksi Gabah 385.340 Ton

"Minimal kita harus bisa mempertahankan luas lahan sawah produktif yang ada di kabupaten Solok dari ancaman alih fungsi lahan"
(KLIKPOSITIF/ Syafriadi)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Berhasil lampaui target produksi tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan peningkatan terhadap produksi gabah tahun 2019.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon menjelaskan, tahun ini, ditargetkan produksi gabah di kabupaten Solok mencapai 385.340 ton.

"Tahun 2018, produksi padi kita (kab. Solok) lebih kurang 374 ribu ton atau melebihi target yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 365.000 ton," ungkap Admaizon, Senin (28/1).

Sebagai salah satu daerah penghasil beras terkemuka di Sumbar, Kabupaten Solok diharapkan mampu mempertahankan swasembada pangan. Apalagi dengan adanya sertifikat Indikasi Geografis yang didapat dari Kemenkumham November 2018, diharapkan produksi gabah tidak hanya sekedar mencukupi kebutuhan dalam Kabupaten, tapi juga untuk daerah lain.

Untuk mencapai hal tersebut, dijelaskannya, target panen harus segaris lurus dengan luas tanam untuk peningkatan hasil panen, tentu luas lahan sawah menjadi faktor penting, setidaknya luas lahan sawah tidak berkurang dari tahun sebelumnya.

"Minimal kita harus bisa mempertahankan luas lahan sawah produktif yang ada di kabupaten Solok dari ancaman alih fungsi lahan," sebut Admaizon.

Berdasarkan data yang didapat dari dinas Pertanian Kabupaten Solok, luas areal sawah dalam dua tahun terakhir tetap mengalami kenaikan, pada tahun 2017 tercatat ada sekitar 23.509 hektar areal sawah, 2018 naik menjadi 23.606.

"cukup sulit jika menambah lahan persawahan baru, namun hal ini bisa disikapi dengan memaksimalkan lahan yang ada," tambahnya. (Syafriadi)