Harga Cabai Turun di Pasaman, Pedagang Sebut Ulah Cabai 'Karton'

"harga cabai saat ini hanya Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram di Pasaman"
ilustrasi cabai merah (net)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pasaman turun drastis dalam dua minggu terakhir. Tercatat, harga cabai saat ini hanya Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram. Konsumen sangat diuntungkan dengan turunnya harga cabai tersebut.

"Saya beli cabai di pasar Lubuk Sikaping hari Minggu kemarin hanya Rp14 ribu perkilogram," kata salah seorang ibu rumah tangga, Wati pada KLIKPOSITIF, Selasa 29 Januari 2019.

Menurutnya, dengan turunnya harga cabai tingkat jual beli semakin meningkat karena konsumen diuntungkan. Setidaknya, biasanya ia beli hanya satu kilogram kini dua kilogram setiap minggunya. "Biasanya seminggu itu saya beli sekilo, sekarang karena turun, bisa distok menjadi dua kilo seminggu," paparnya.

Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Peindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ishak mengakui anjloknya harga cabai di pasar tradisional di Pasaman. "Petani cabai di Pasaman diharapkan bersabar dengan kondisi yang anjlok saat ini," pintanya.

Dari catatannya, harga cabai turun sampai ke tingkat Rp14 ribu per kilogram. Namun, harga cabai Pasaman masih bertengger di Rp20 ribu perkilo. Akibatnya, konsumen berburu ke harga yang rendah, cabai Pasaman jadi tertinggal.

Murahnya harga cabai saat ini disebabkan masuknya cabe "karton" dari provinsi tetangga ke pasar-pasar di Pasaman. "Mereka banting harga, sehingga cabai Pasaman tertinggal. Para pedagang membawa cabai dari Medan dengan karton dalam jumlah banyak sehingga harga turun drastis," jelasnya.

Pihaknya belum mencatat berapa jumlah stok cabai yang masuk ke pasar Pasaman. Tapi dari informasi yang berkembang, jumlahnya sangat signifikan. Makanya, harga cabai turun drastis.

"Kita belum melihat apa solusi untuk menstabilkan harga ini. Tapi kita yakin, ini hanya sementara, kita berharap petani kita bersabar," tutupnya.

[Man St Pambangun]