Ini Lima Kepunahan Massal yang Pernah Terjadi di Bumi

"Menurut Big Bang Theory, Bumi terbentuk dari ledakan dahsyat pada sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu"
ilustrasi kepunahan massal (net)

KLIKPOSITIF -- Fakta bahwa Bumi semakin tua memang tidak bisa dipungkiri. Menurut estimasi umur bebatuan tertua di Bumi, planet yang dihuni manusia ini sudah terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Melihat fakta ini, tentu banyak kepunahan massal yang terjadi.

Menurut teori Big Bang, Bumi terbentuk dari ledakan dahsyat pada sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu. Ledakan ini lalu menghasilkan debu dan awan hidrogen yang semakin lama semakin padat. Semakin tua Bumi, maka semakin banyak hal yang sudah terjadi dan pernah dialami oleh planet ini.

Manusia purba menghilang, beberapa hewan menghilang, hingga mencairnya beberapa gunung es sehingga membentuk lautan yang luas. Jika memang sudah banyak hal terjadi di Bumi ini selama miliaran tahun yang lalu, maka tentu banyak kepunahan massal yang terjadi hingga menjadi parah.

Kepunahan pertama datang pada pertengahan zaman ordovisum saat kondisi Bumi saat itu masih hangat dengan kelembapan atmosfer ideal untuk kehidupan makhluk hidup. Hingga pada akhir zaman ordovisium yang berlangsung sekitar 443 juta tahun yang lalu, kehidupan berubah secara ekstrem saat benua tua bernama Gonwana mencapai kutub selatan.

Saat itu, suhu Bumi turun secara drastis dan es meningkat hingga terjadi penurunan permukaan air laut. Hal ini berakibat pada kegagalan fotosintesis yang mengakibatkan kekacauan ekosistem. Tidak hanya itu, sekitar 86 persen populasi makhluk hidup lenyap dalam kurun waktu 3 hingga 2 juta tahun.

Deretan organisme yang berada di laut dan ikut terkena dampak kepunahan pertama ini adalah Brachiopods, Conodonts, Acritarchs, Bryozons, dan Trilobites. Kepunahan kedua terjadi pada 359 tahun yang lalu atau terjadi pada era yang dikenal dengan zaman devon.

Saat itu, hujan meteor datang bertubi-tubi dan menyebabkan global anoxia, atau menurunnya jumlah oksigen secara drastis, meningkatnya aktivitas tektonik lempeng, perubahan muka laut, dan perubahan iklim. ... Baca halaman selanjutnya