Ketua MUI Sumbar: Pernyataan Ketum PBNU Meracun Umat dan Bangsa

"Isi pernyataan SAS (singkat Said Aqil Siraj) yang viral di media, menunjukkan kerusakan pemikirannya."
Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat (MUI Sumbar) Gusrizal Gazahar menilai pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama(PBNU) Said Aqil Siraj dalam acara Harlah Muslimat NU ke-73 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (27/2) kemarin, menunjukkan kerusakan pemikiran yang bersangkutan.

"Isi pernyataan SAS (singkat Said Aqil Siraj) yang viral di media, menunjukkan kerusakan pemikirannya. Pernyataan itu tidak lagi sebatas membahayakan dirinya tapi telah menjadi racun untuk umat dan bangsa," ujarnya, Selasa, 28 Januari 2019.

Dijelaskan lagi, lanjutnya, diamnya pemimpin saat ini dengan pernyataan yang dilontarkan Said Aqil Siraj. Sehingga terjadi semacam kolaborasi antara tokoh berfikiran tak sehat dengan pemimpin yang tak peduli dengan kesatuan umat.

"Diamnya pemimpin makin bertambah berbahaya untuk umat dan bangsa," terangnya.

Ditambahkannya, "Hal itu bisa menyebabkan kehancuran bangsa melalui sikap, mulut mereka yang rakus dengan jabatan," tukas Buya.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj mengatakan bahwa imam masjid, khatib, hingga KUA harus dari NU. Sebab jika tidak akan salah semua. Pernyataan ini pun mendapat kritik dari sejumlah pihak. Namun tak sedikit pula yang menganggap pernyataan itu wajar.

Kritik untuk Said Aqil itu sebelumnya disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas yang menilai ucapan Said membahayakan umat dan tak memiliki akal sehat.

(Joni Abdul Kasir)