Petugas Gabungan Temukan Sate Diduga Mengandung Babi di Padang

Petugas gabungan menyita gerobak sate yang diduga mengandung daging babi di kawasan Simpang Haru, Padang.
Petugas gabungan menyita gerobak sate yang diduga mengandung daging babi di kawasan Simpang Haru, Padang. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Diduga menggunakan daging babi, sate KMS yang berlokasi di Jalan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang digeledah petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM serta Satpol PP Padang, Selasa 29 Januari 2019.

Penggeledahan tersebut berawal dari hasil sampel daging yang keluar pada 21 Januari 2019 lalu. Sedangkan, uji sampel laboratorium dilakukan dan dikirim ke Balai Besar Pengujian Obat dan Makanan (BPOM) pada bulan Oktober 2018 lalu.

"Berawal dari laporan masyarakat, itu kemudian kita beli sampel ke pedagang sate ini. Sampel kita kirim ke Balai BPOM Padang selanjutnya merujuk ke Balai BPOM Aceh dengan alat yang lebih canggih," ujar Kabid Pemberdayaan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Padang, Novita Latima.

Baca Juga

BACA JUGA:  Pengakuan Pedagang di Padang yang Diduga Menjual Sate Babi

BACA JUGA:  Pengakuan Pemasok Daging untuk Sate KMS B: Ada Lokasi Lain di Padang

Usai dari lokasi tempat pedagang sate KMS berjualan, tim gabungan kemudian bergerak ke rumah pemilik. Kediaman pemilik itu berada sekitar 300 meter di belakang tempat si pemilik jualan. Dari kediaman pemilik bernama Bustami dan Evi ini petugas mendapati tusukan sate dalam selokan.

Novita Latima mengungkapkan hasil pemeriksaan sampel terbukti daging Sate KMS positif B2 atau mengandung daging babi. Menurutnya, dampak dari daging babi ini jelas bagi umat Islam haram apabila dikonsumsi. 

"Apalagi pedagang tidak menerapkan bahwa yang dijualnya daging babi. Untuk tindaklanjutnya tim lagi dengan Dinas Perdagangan lagi," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan, tim gabungan telah diam-diam melakukan pengecekan beberapa bulan yang lalu.

"Diduga, sate ini (menggunakan) daging babi. Kemudian petugas diam-diam telah mengecek satu bulan yang lewat, tadi jam 15.00 WIB hasilnya memang daging babi, makanya harus kita tindak langsung," ujarnya.

Menurutnya, saat petugas datang pedagang sate sempat membuang tumpukan tusukan sate ke dalam got yang diduga merupakan daging babi.

BACA JUGA:  Sate Diduga Daging Babi, YLKI Angkat Suara Mulai Hukum Hingga Omset

"Ada daging dilempar ke got. Katanya tidak tahu menahu, tapi kenapa dibuang. Selanjutnya kita semua dengan tim terlibat untuk semua barang dagangan kita sita ke Satpol PP sebagai barang bukti. Selanjutnya dikembangkan sampai ke akarnya," sambungnya.

Ia mengatakan, langkah selanjutnya penjual akan diinterogasi hingga mengungkapkan distributor daging babi tersebut. Untuk tindakan pedagang jelas melanggar undang-undang perlindungan konsumen dan pangan.

"Sanksinya mungkin dua tahun dan denda Rp4 miliar, tapi tetap nanti di pengadilan yang membuktikan," ujarnya.

Mengingat sate KMS memiliki beberapa cabang, Endrizal menegaskan yang terbukti hanya satu pedagang ini. Sebab menurutnya, setiap pemilik Sate KMS berbeda-beda. "Berupa sampel sudah kita lakukan (cabang) tapi hanya ini yang terbukti. Nanti kita koordinasikan dengan pihak kepolisian," tutupnya.

[Halbert Caniago]

Video

Dramatis, Personel BPBD Solok Lewati Sungai dengan Seutas Tali

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Agusmanto