Sate Diduga Daging Babi, YLKI Angkat Suara Mulai Hukum Hingga Omset

Pemilik Sate KMS Simpang Haru saat memberi keterangan pada tim gabungan
Pemilik Sate KMS Simpang Haru saat memberi keterangan pada tim gabungan (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI ) Sumbar menyayangkan "kenakalan" yang dilakukan pedagang sate yang berlokasi di Jalan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang yang digeledah petugas gabungan, Selasa (29/1) karena indikasi bahwa sate yang dijual berasal dari olahan daging babi .

"Ini jelas menipu konsumen dan unsur kesengajaan. Kita YLKI sangat menyayangkan perilaku pedagang tersebut," ujar Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI ) Sumbar Dahnil Aswad saat dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu (30/1).

baca juga: Turun Cukup Drastis, Emas Dijual Rp 902 Ribu Per Gram

Dahnil menilai, aksi penjualan sate berbahan babi jelas disengaja dan menipu konsumen. Sehingga harus diproses secara hukum .

BACA JUGA:  Pengakuan Pemasok Daging untuk Sate KMS B: Ada Lokasi Lain di Padang

baca juga: Pemko Padang Siapkan Rencana PBM Saat New Normal

BACA JUGA:  Petugas Gabungan Temukan Sate Diduga Mengandung Babi di Padang

"Ini pidana. Pelaku usaha melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen," tegas Dahnil.

baca juga: Pasien Sembuh COVID di Pessel Bertambah Dua Orang, Total Jadi 15 Orang

Jika betul adanya penelitian yang mengindikasikan daging sate itu ada olahan daging babi , maka selain ancaman penjara, penjual sate babi tanpa label ini, juga akan disanksi denda miliaran rupiah.

"Tidak mungkin di daerah Minangkabau yang mayoritas muslim jual sate ada unsur olahan babi," katanya.

baca juga: Harga Minyak Dunia Kembali Naik Jelang Pertemuan OPEC

Namun, kata Dahnil jika ada daging dengan unsur tidak halal bagi muslim. Tentunya pedagang itu mesti memberikan tanda atau label. Sebab, dalam berdagang agar konsumen tidak terjebak dengan makanan yang tidak halal mesti jujur.

"Berdagang itu mesti jujur. Jangan sampai menipu konsumen," ulasnya.

Dilanjutkannya, dari laporan sebelumnya yang masuk ke YLKI belum ada dari masyarakat terkait hal ini. Namun, beredar daging sate terindikasi daging babi ini sudah berkembang ditengah masyarakat.

BACA JUGA:  Pengakuan Pedagang di Padang yang Diduga Menjual Sate Babi

"Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi dan monitoring kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mana mereka berjualan langsung kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak lagi terjadi," terangnya.

Selain itu, Dahnil memprediksi dengan adanya kejadian penemuan sate terindikasi ada olahan daging babi ini akan membuat omset penjualan sate di Padang akan menurun.

"Ini sangat besar pengaruhnya bagi pedagang sate lain. Karena, masyarakat akan berpikir lagi untuk membelinya. Maka, citra sate ini mesti diperbaiki segera dimata masyarakat," pungkasnya. (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri