Pasca Penggerebekan Sate KMSB, KMS Grup Alami Penurunan Omset

"Sampai siang ini saja belum habis 100 tusuk karena kejadian itu"
Ilyas, pemilik sate KMS Grup. (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pasca temuan pedagang sate KMSB yang diduga menjual daging babi, sate KMS Grup yang memiliki merek dagang untuk kuliner ini mendapat apes. Akibat temuan itu, pemilik merek dagang empat cabang di kawasan Permindo, Siteba, Patimura dan Kalawi itu mengalami penurunan penjualan yang drastis.

Ilyas (30), pemilik sate KMS Grup mengungkapkan bahwa saat ini usahanya tersebut mengalami penurunan pembeli pasca temuan sate yang mencatut merek dagangnya. Dia mengatakan, pihaknya mengalami penurunan omset hingga 70 persen dalam sehari.

"Karena isu itu dan menggunakan nama kami, kami mengalami penurunan omset yang sangat signifikan, mencapai 70 persen turunnya," ujar Ilyas kepada KLIKPOSITIF, Rabu (30/1) siang.

Ilyas menuturkan, penurunan yang terjadi sangat berpengaruh kepada empat usahanya saat ini. Biasanya, dalam sehari, dia menghabiskan lebih dari 5.600 tusuk daging sate untuk empat kedainya. Untuk kedai Patimura, sehari dia menyiapkan 1.800 tusuk, di Siteba 1.000 tusuk, di Kalawi 1.000 tusuk dan di Permindo 1.800 tusuk.

Bahkan, di kedai cabang Siteba dia mampu menghabiskan sebanyak 200 hingga 300 tusuk hingga siang, tapi pasca kejadian tersebut pihaknya belum menghabiskan 100 tusuk. "Sampai siang ini saja belum habis 100 tusuk karena kejadian itu," lanjutnya.

Dia mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan pemakaian namanya itu dan merasa sangat dirugikan. Kondisi itu pun sangat berpengaruh kepada penghasilannya. Bahkan, dia membantah pernyataan pemilik sate KMSB yang mengatakan membeli daging sapi dengan harga Rp95 ribu per kilogramnya.

"Saya berani jamin tidak ada pedagang daging yang menjual dengan harga dibawah Rp100 ribu per kilogram," lanjutnya.

Sementara untuk KMS Grup yang dia miliki, dia menyebut, menjual sate dengan harga yang bervariasi. Di berbagai cabang memiliki banyak variasi harga mulai dari Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per porsinya.

[Halbert ... Baca halaman selanjutnya