Antisipasi Isu Negatif Terkait Sate, Pemko Payakumbuh Bentuk Tim Khusus Pastikan Kuliner Halal

" Kami takut akan ada isu yang tidak-tidak terhadap sate Urang Awak, sehingga bisa berimbas juga dengan para pedagang sate di seluruh Sumbar, termasuk kota Payakumbuh. Padahal sate merupakan salah satu unggul wisata kuliner Pemko Payakumbuh"
Ilustrasi (Net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Menyikapi adanya penemuan sate yang diduga menggunakan daging babi di Kota Padang beberapa hari lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Dinas koperasi, Perdagangan dan UMKM membentuk tim khusus untuk berkoordinasi dengan kelompok pedagang sate, bakso, dan randang di daerah tersebut.

Kasi Pengawasan dan Penjaminan Mutu Dagang, Verly Faguna menyebut, dibentuknya tim khusus tersebut adalah untuk mengantisipasi efek negatif terhadap usaha kuliner di Kota Payakumbuh atas apa yang ditemukan Padang.

"Apa yang terjadi di Kota Padang, sangat sensitif sekali. Kami takut akan ada isu yang tidak-tidak terhadap sate Urang Awak, sehingga bisa berimbas juga dengan para pedagang sate di seluruh Sumbar, termasuk kota Payakumbuh. Padahal sate merupakan salah satu unggul wisata kuliner Pemko Payakumbuh," katanya, Kamis 31 Januari 2019.

Untuk menghindari isu tersebut, tim khusus yang dibentuk itu nantinya akan berkoordinasi langsung dengan para pedagang sate di Kota Batiah itu. Dari situ nanti secara bersama mencari cara untuk meyakinkan penikmat kuliner bahwa makanan yang dijual pedagang Payakumbuh berbahan halal.

"Tim yang dibentuk ini hanya sebagai upaya antisipasi. Jangan sampai hal yang di Kota Padang terjadi di Payakumbuh. Kemudian untuk membentengi diri dari isu negatif, kami buat metode transparansi agar penikmat kuliner yakin makanan yang akan dimakannya itu halal," tuturnya.

Verly menuturkan sampai saat ini, di kota Payakumbuh belum ditemukan makanan non-halal yang dijual oleh pedagang kepada masyarakat umum. Pasalnya, selama ini dalam pendistribusian bahan makanan ke pasar pihaknya selalu berkoordinasi dengan dengan dinas Pertanian dan Peternakan. Sedangkan untuk kebutuhan daging, selama ini pedagang mengambilnya dari rumah potong hewan yang ada di Payakumbuh.

"Kami percaya pengusaha kuliner di Payakumbuh tidak akan melakukan hal itu. Tapi apabila ditemukan, kami pastikan ... Baca halaman selanjutnya