Pengamat : Langkah Yusril Beralih ke Jokowi Blunder Untuk Caleg PBB di Sumbar

"Sikap politik YIM dinilai meruntuhkan simpati yang selama ini dibangunnya bersama PBB"
Yusril Ihza Mahendra (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Padang Najmudin Rasul menilai, keputusan Yusril Ihza Mahendra (YIM) membawa Partai Bulan Bintang (PBB) mendukung paslon Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 meruntuhkan simpati masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) yang selama ini dibangunnya bersama PBB.

"Sikap politik YIM meruntuhkan simpati yang selama ini dibangunnya bersama PBB. Langkah YIM blunder untuk Caleg PBB," kata Najmudin, Senin 4 Februari 2019.

Menurutnya, simpati sebagian masyarakat Minang yang selama ini terjaga kepada Yusril pun mulai berangsur luntur. Sebagian kader PBB di Sumbar pun resmi menyatakan mundur dari partai dan terang-terangan mendukung paslon Prabowo-Sandi. Bahkan, YIM pun disebut batal duduk dan posisinya sebagai Ketum PBB layak untuk diganti.

Bahkan, Najmudin menilai, atas sikap politik YIM, kemungkinan besar suara PBB di April 2019 akan menyusut jauh dan kecil sekali kemungkinan untuk lolos Parliement Tresehold.

Menurut Najmudin, perilaku politik YIM akhirnya menjawab hipotesis keraguan umat dan Parpol Islam selama ini. Bahkan, terang-terangan Yusril juga berstatmen menyuruh barisan FPI (Habib Rizieq) untuk keluar dari PBB. "Alumni aksi 212 juga telah menarik dukungan ke PBB dan YIM," katanya.

Terakhir disampaikannya, perilaku politik YIM tidak lagi mencerminkannya sebagai seorang ilmuan Islami. Sementara, yang selama ini kuat dibarisan YIM dan PBB adalah mereka yang saat ini kecewa atas keputusan YIM membawa PBB ke paslon Jokowi-Ma'ruf.

[Joni Abdul Kasir]