Blak-blakan Ma’ruf Amin, Alasannya Bersedia Dampingi Jokowi di Pemilu 2019

Calon wakil presiden 02 Ma'ruf Amin saat hadir di GOR M Yamin, Kota Payakumbuh, Kamis 7 Februari 2019
Calon wakil presiden 02 Ma'ruf Amin saat hadir di GOR M Yamin, Kota Payakumbuh, Kamis 7 Februari 2019 (KLIKPOSITIF/ Taufik Hidayat Kampai)

KLIKPOSITIF , PAYAKUMBUH -- Calon Wakil Presiden ( Cawapres ) 02, KH Ma'ruf Amin di hadapan ribuan masyarkat yang tediri dari ulama, majelis ta’lim, dan kelompok yasin se-Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota mengungkapkan, ia menerima pinangan Jokowi untuk menjadi cawapresnya karena menurutnya hal itu adalah suatu bentuk penghormatan.

“Mudah-mudahan kalau sekarang ada ulama yang cawapres , mudah-mudahan besok ada ulama yang jadi presiden,” kata Ma’ruf Amin, saat menghadiri silaturrahmi akbar bersama ulama, tuan guru, masyaeikh, dan mursyid di GOR M Yamin Kota Payakumbuh , Kamis 7 Februari 2019.

baca juga: Belajar Dari Pasar Raya Padang, Swab Tes Akan Dilakukan Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Payakumbuh

BACA JUGA:  Diingatkan Bawaslu, Bupati Limapuluh Kota Batal Hadiri Silaturrahmi Akbar Ma’ruf Amin di Payakumbuh

Dia juga menyinggung terkait adanya beberapa pihak yang menyebut, kalau pasangan yang akan didukung itu adalah pasangan yang juga didukung oleh ulama. Menurutnya, dari zaman dulu ulama memang tukang mendukung.

baca juga: Pakar UNICEF: Kualitas Gizi Anak Indonesia Terancam Turun Akibat Wabah Corona

“Jadi capres , gubernur, sampai calon bupati selalu minta dukungan terhadap ulama. Tapi kalau sudah jadi ulamanya dilupakan. Ulama itu ibaratnya jadi tukang dorong mobil mogok, kalau sudah selesai Wabillahi Taufiq Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kalau Jokowi tidak seperti itu, dia langsung menggandeng ulama,” kata Ma’ruf Amin.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf Amin menanggapi pernyataan yang menyebut kalau dirinya sudah terlalu tua untuk menjadi cawapres .

baca juga: Lakukan Swab Mandiri, Guru di Payakumbuh Positif COVID-19

BACA JUGA:  Ma’ruf Amin Optimis Bisa Menang di Sumbar , Ini Alasannya

“Banyak yang bilang saya sudah tua. Saya jawab, siapa yang bilang saya muda. Saya mau karena terinspirasi dari orrang tua yang menanam pohon, mereka menanam pohon bukan untuk dirinya. Saya juga seperti itu, saya menanam pohon bukan untuk diri saya tapi untuk generasi setelah saya,” pungkasnya kemudian.

baca juga: Batal Naik Haji Tahun Ini, Begini Cara Penarikan Kembali Dana Haji

Selain hal tersebut, cawapres nomor urut 01 itu juga kembali menyoroti hoaks di tengah-tengah masyarakat yang menyebut Capres 01, Joko Widodo anti ulama. Menurut Ketua MUI nonaktif itu, penunjukan dirinya sebagai cawapres yang merupakan seorang kiyai adalah bukti bahwa Jokowi menyukai ulama.

“Banyak sekarang yang bohong-bohong di medsos (media sosial), ada yang bilang Jokowi PKI, anti ulama lah, wong saya wakilnya. Saya ini kiyai yang juga disebut ulama. Artinya Pak Jokowi suka ulama. Kalau tidak pasti ngangkat politisi, pengusaha, TNI, ataupun yang lainnya,” jelasnya. [Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Eko Fajri