Awal Tahun 2019, Ditemukan 6 Kasus DBD di Payakumbuh

"Musim hujan yang dalam beberapa waktu terakhir kerab mengguyur daerah diyakini sebagai salah satu penyebabnya"
Ilustrasi (Net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Sepanjang awal tahun 2019 ini, Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh menemukan sebanyak enam kasus demam berdarah (DBD) di daerah tersebut.

Musim hujan yang dalam beberapa waktu terakhir kerab mengguyur daerah diyakini sebagai salah satu penyebabnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Elzadaswarman menyebut, sampai sejauh ini kasus DBD di daerah tersebut masih terkendali.

"Dari Januari sampai kini terdapat enam kasus DBD yang ditemukan dan sudah ditangani," katanya, Jumat 8 Februari 2019.

Menyikapi hal tersebut, Dinkes Kota Payakumbuh menghimbau warga untuk tetap menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mencegah berjangkitnya penyakit DBD di tengah-tengah masyarakat.

"Juga perlu dilakukan pemberantasan sarang nyamuk terutama di tempat-tempat nyamuk air bersih, karena nyamuk DBD ini hidup di sumber air bersih," lanjutnya.

Terhadap masyarakat juga diminta untuk lebih memperhatikan gejala-gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepada otot, saking kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata.

"Kalau memang sudah ada gejala tersebut segera datang ke kantor pelayanan kesehatan setempat. Jangan ditunggu sampai parah dulu," jelasnya.

Terkait upaya fogging, ia menyebut tindakan tersebut baru bisa dilakukan ketika kasus DBD di daerah tersebut sudah termasuk kategori luar biasa dengan penderita yang cukup banyak.

"Untuk saat ini kita memang belum melakukan fogging untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Karena itu, kepada masyarakat diminta untuk selalu menerapkan priaku PHBS tadi," terangnya kemudian.

Kasus DBD sendiri memang sering terjadi ketika memasuki musim hujan, seperti yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan.

Karena itu, agar kasus DBD tidak makin bertambah diperlukan usaha dan kerja sama dari masyarakat untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

[Taufik Hidayat Kampai]