Pemko Payakumbuh Gelar Diskusi Transaksi Non Tunai dengan BI Sumbar

Wawako Payakumbuh, Erwin Yunaz bersama Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Rupiah, Logisik Dan Administrasi Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Rihando
Wawako Payakumbuh, Erwin Yunaz bersama Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Rupiah, Logisik Dan Administrasi Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Rihando (Istimewa)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF  -- Untuk meningkatkan pemahaman seluruh kepala dinas dan bendahara di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait gerbang pembayaran nasional dan transaksi non tunai , Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar diskusi terkait implementasi transaksi non tunai dengan menghadirkan nara sumber dari Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumbar.

Wakil Wali Kota Payakumbuh , Erwin Yunaz mengatakan diskusi ini memang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM para ASN yang bergelut di keuangan dalam transaksi tunai, termasuk mengoperasikan beberapa aplikasi yang telah digunakan oleh Pemko Payakumbuh maupun dari Bank Indonesia untuk pengelolaan keuangan.

baca juga: Belajar Dari Pasar Raya Padang, Swab Tes Akan Dilakukan Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Payakumbuh

“Jika memakai aplikasi ini, akan terlihat lalu lintas keuangan. Ini membuktikan kami di Pemko Payakumbuh sangat transparan dalam hal ini,” katanya, Jumat 8 Februari.

Wawako juga mengatakan semenjak 1 Januari 2018, Pemko Payakumbuh sudah menerapkan transaksi non tunai . Baik itu untuk pembayaran SPPD, Honor PNS, ATK dan Gaji . Termasuk pembayaran untuk transaksi pengadaan barang maupun pembangunan kepada pihak ketiga

baca juga: Lakukan Swab Mandiri, Guru di Payakumbuh Positif COVID-19

Sementara itu Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Rupiah, Logistik Dan Administrasi Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Rihando menuturkan transaksi non tunai ini efektif untuk mencegah terjadinya uang hilang, kesalahan hitung, dan juga peredaran uang palsu.

”Dana yang mengalir dalam setiap transaksi dapat ditelusuri sehingga lebih akuntabel dan administrasi pengelolaan kas menjadi tertib. Kemudian bendahara tidak harus memegang uang tunai dengan berbagai risiko kehilangan, kesalahan hitung dan sebagainya,” katanya.

baca juga: Pekan Ini, Masjid di Payakumbuh Sudah Bisa Kembali Menyelenggarakan Salat Jumat

Ditambah lagi seluruh transaksi didukung dengan bukti yang sah, pengendalian internal pengelolaan kas meningkat, efektifitas dalam transaksi pembayaran dan penerimaaan laporan keuangan daerah dapat tersaji tepat waktu, belanja daerah lebih efisien dan penerimaan daerah dapat lebih tergali secara optimal sehingga PAD meningkat.

“Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) adalah sistem transaksi pembayaran yang mengkoneksikan berbagai bank, sehingga kartu ATM dan/ atau kartu debet suatu bank dapat digunakan di ATM/ EDC/ Instrumen Bank lain. Sasaran GPN menciptakan ekonomi sistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas dan mampu melaksanakan pemrosesan transaksi yang mencakup otorisasi, kliring dan settlement secara domestik,” jelasnya.

baca juga: BNNK Payakumbuh Gelar Peringatan Hari Pancasila Secara Online

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Iwan R