Remisi Pembunuh Jurnalis Dicabut, BPN: Jokowi Harus Minta Maaf

Presiden RI Joko Widodo
Presiden RI Joko Widodo (net)

KLIKPOSITIF -- Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Danhil Anzar Simanjuntak setuju dengan keputusan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mencabut remisi pembunuh jurnalis  Bali.

"Memang seharusnya dicabut," tulis Danhil melalui twitter pribadinya @danhilanzar.

baca juga: 49 Warga Binaan LPKA Tanjung Pati Dapatkan Remisi Saat Lebaran

Meski setuju, Danhil tetap mengkritik sikap Jokowi yang dianggap ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Ia juga meminta calon presiden nomor urut 01 itu untuk meminta maaf kepada publik.

"Ada baiknya pak Jokowi menyampaikan permohonan maaf karena abai di awal dan tidak boleh terjadi lagi, penting kepala negara memahami semua keputusan yang beliau tandatangani," ujar dia.

baca juga: Gayus Tambunan hingga Abu Bakar Baasyir Dapat Remisi

Seperti diketahui Presiden Jokowi akhirnya menandatangani Kepres perihal pembatalan pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, narapidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Menurut Jokowi, kepres tersebut telah ditandatangani pada hari Jumat (8/2/2019). Ia mengatakan, pembatalan remisi itu dilakukan setelah mendapat masukan dari kelompok masyarakat dan komunitas jurnalis.

baca juga: Gubernur: 2.956 Warga Binaan di Sumbar Dapat Remisi

"(Pembatalan remisi ) ini setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, dari kelompok-kelompok masyarakat, juga dari jurnalis," ujar Jokowi di Kota Kasablanka Mal, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Setelah mendapat masukan tersebut, Jokowi mengakui menginstruksikan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami mengkaji dan menelaah pemberian remisi Susrama.

baca juga: Abu Bakar Ba'asyir dan Gayus Dapat Remisi Idul Fitri, Buni Yani?

Sumber: suara.com

Penulis: Rezka Delpiera