Kenaikan Tiket Pesawat Sebabkan Penurunan Tingkat Kunjungan ke Sumbar

"Jika ini terjadi, dalam satu tahun bisa lebih 4 juta orang tidak berkunjung ke Sumbar"
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengatakan, ada beberapa dampak yang signifikan terjadi akibat tingginya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar. Yakni, penurunan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan tingkat hunian hotel (TPK).

"Ini bukti penurunan kunjungan ke Sumatera Barat (Sumbar)," ungkapnya, Minggu 10 Februari 2019.

Dilanjutkan Oni, dari data yang diterimanya jumlah penumpang yang berada di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bulan Januari 2019 mencapai 271.674 orang, mengalami penurunan sebesar 29,57 persen dibanding bulan Desember 2018 yang tercatat sebanyak 385.747 orang.

"Terlihat sekali penurunannya, selisih Desember ke Januari sebanyak 114,073 orang. Sementara selisih penumpang 2019 dibandingkan 2018 sebanyak 81,333," ungkapnya.

Bila dibandingkan dengan bulan Januari 2018, jumlah penumpang bulan Januari 2019 mengalami penurunan sebesar 23,04 persen. Dimana pada Januari 2018 jumlah penumpang sebesar 353.007 orang.

Kemudian pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang bulan Januari 2019 mencapai rata-rata 44,24 persen atau mengalami penurunan sebesar 14,35 poin dibanding bulan Desember 2018 yang tercatat sebesar 58,59 persen.

"Bila dibandingkan dengan bulan Januari 2018, TPK bulan januari 2019 mengalami penurunan sebesar 3,10 persen," ulasnya.

Sedangkan, untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel Non Bintang bulan Januari 2019 mencapai rata-rata 27,02 persen atau mengalami penurunan sebesar 7,37 poin dibanding bulan Desember 2018 yang tercatat sebesar 34,39 persen.

"Bila dibandingkan dengan bulan Januari 2018, TPK bulan januari 2019 mengalami penurunan sebesar 1,53 persen," tukasnya.

[Joni Abdul Kasir]