Tanggapi Isu Bencana, Pemprov Sumbar Panggil Pengelola Hotel dan Asita

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ( Pemprov Sumbar ) akan memanggil pengelola hotel dan Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata (ASITA) di daerah itu untuk mitigasi kesiapsiagaan bencana .

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, demi keselamatan pengunjung yang menginap di hotel khususnya daerah pesisir pantai harus memiliki shelter dan jalur evakuasi yang memadai. Sehingga jika terjadi gempa dan tsunami bisa meminimalisir korban.

baca juga: Minta Dana Haji Tak Disalahgunakan, PKS: Itu Amanah Umat

"Kami akan panggil pengelola hotel agar ditetapkan mereka disediakan lokasi menyelamatkan diri bagi pengunjung saat terjadi gempa dan tsunami ," ujarnya, Senin, 11 Februari 2019.

Selain itu, setiap hotel juga akan diwajibkan untuk menanam pohon yang bisa menjadi penyangga saat tsunami menerjang. "Ini sudah arahan langsung dari Kepala BNPB ," kata Nasrul.

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19 kepada Pemkab Agam

Tidak hanya itu, Asita juga harus dilibatkan memberikan informasi tentang kebencanaan sehingga wisatawan tidak takut berkunjung ke Sumbar . Asita dituntut menjelaskan kepada wisatawan tentang potensi bencana dan jika terjadi apa yang harus wisatawan lakukan dan kemana akan lari.

"Sehingga tidak ada ketakutan dari para turis, biasanya mereka tidak takut kalau keterangannya jelas," sebut Wagub.

baca juga: KPK Kembangkan Perkara Pencucian Uang Nurhadi

Disampaikan mantan Bupati Pesisir Selatan itu, ancaman Megathrust Mentawai yang bisa menyebabkan gempa 8,8 Skala Richter dan tsunami dengan perkiraan bisa mencapai ketinggian 10 meter bahkan lebih, perlu kesiapansiagaan sebelum bencana terjadi. Sebab kondisi saat ini sedang menunggu kapan energi itu lepas.

"Analisis dan penelitian pakar tsunami dan gempa potensi 8,8 SR itu ada. Kita mesti waspada, bencana tidak menunggu kita siap, tapi kita harus siap dengan bencana ," tukasnya.

baca juga: Wapres Ma'ruf: Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Peluang Ekonomi Syariah

Sebelumnya, Kepala BNPB Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo saat menggelar Rakor Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di aula kantor Gubernur Sumbar , Rabu (6/2) lalu, merekomendasikan beberapa penanaman pohon disekitar hotel dan pesisir pantai Sumbar sebagai penyangga jika terjadi tsunami .

Dirinci Jenderal Bintang Tiga berdarah Minangkabau itu, pohon yang bisa ditanam pemerintah daerah di pinggir pantai yakni Pohon Cemara Udang, Bakau, Palaka, Pule, Ketapang, Beringin, dan Mahoni. Pohon kelapa menurutnya tidak begitu tahan terhadap terjangan tsunami . (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri