KI Minta KPU Buka Informasi Data Wakil Rakyat Kepada Publik

"Informasi data pribadi calon itu itu tersimpan dalam dokumen KPU"
Ketua Komisi Informasi Pusat, Hendra J Kede. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)
belum ada keputusaan itu secara prinsip data itu terbuka untuk masyarakat karena dikuasai KPU. Masyarakat boleh minta atau tidak.

"Jika publik ingin mengetahuinya, dapat melakukan sengketa ke Komisi Informasi. Tapi jika data itu rahasia mesti dijelaskan dasarnya kenapa tidak boleh diketahui publik data tentang calon wakil rakyat pilihannya. Itu mesti diberitahukan ke publik, sehingga publik tidak bertanya-tanya soal ini menyangkut keterbukaan informasi penyelengara pemilu," ulasnya.

Selain itu, meminalisir kecurangan pemilu, partai atau perorangan yang tidak memiliki saksi saat perhitunggan suara baik itu di tingkat TPS, maupun yang lebih tinggi dapat meminta data perhitungan tersebut kepada penyelengara pemilu, karena data itu merupakah hasil yang paling real, sehingga data itu dapat digunakan jika ingin bersengketa di Mahkamah Konstitusi.

"Jadi, partai atau perorangan boleh minta data itu, jika KPU tidak dapat memberikan maka minta surat keputusan data itu dirahasiakan atau dikecualikan. Namun, terkait hal ini masih dalam tahap perundangan, belum dipublish ke publik," pungkasnya.

[Joni Abdul Kasir]