Rekam Jejak Mulyadi di 50 Kota Inspirator yang Memberi Bukti

"Sulit bagi Syafrizal (50) dan ratusan masyarakat Jorong Batu Bawuak, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Limapuluh Kota, untuk melupakan nama seorang Mulyadi, anggota DPR asal dapil Sumbar II. "
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Mulyadi (baju putih) saat meninjau salah satu  program PPIP dan irigasi di Limapuluh Kota (Ist)
Wendi, sangat membantu rakyat.

Selain di Batu Bawuak, proyek PPIP yang tak kalah suksesnya, dirasakan warga Jorong Botuang, Nagari Kurai. Di sini, sepanjang 1,4 kilometer akses jalan yang semula bak kubangan kerbau, mulus lancar setelah dirabat beton menggunakan anggaran PPIP. Begitu juga di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Lareh Sago Halaban serta Luhak.  “Di Kecamatan Lareh Sago Halaban, proyek PPIP sejak 2011-2014, benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Kami bangga punya seorang bapak Mulyadi. Wakil rakyat yang peduli pembangunan,” sebut anggota DPRD Sumbar Darman Sahladi yang ketika proyek PPIP dikucurkan, Darman menjadi Ketua DPRD Limapuluh Kota.

Tak heran, setiap melakukan kunjungan kerja dan diskusi dengan rakyat dalam kapasitas Ketua DPRD itu, nama sosok Pak Mulyadi tidak asing bagi rakyat. Kepeduliannya membumi. Hasil jerih dan perjuangan di DPR benar-benar dirasakan rakyat.

“Beruntung kami punya wakil rakyat sekaliber Pak Mulyadi. Berjuang total di Senayan untuk menggaet ‘kue pembangunan’ untuk Sumbar dan kini juga menjadi leader di Partai Demokrat Sumbar," sebut Darman.

Tidak hanya di dua dapil tersebut, proyek PPIP juga sukses besar di Kecamatan Harau, Guguak, Mungka, Akabiluru, Payakumbuh, Pangkalan serta Kapur IX. “Kami berharap, bapak Mulyadi terpilih lagi jadi wakil rakyat Sumbar di Senayan. Masyarakat butuh sosok wakil rakyat yang betul-betul peduli rakyat,” ujar Fajar, warga Guguak, Limapuluh Kota.

Menurut masyarakat akar rumput, kakok tangan Mulyadi selama di Komisi V DPR hingga sekarang di Komisi VII DPR, sudah tak diragukan lagi. “Kalau bukan Pak Mulyadi yang memperjuangkan tambahan anggaran proyek Kelok Sembilan, mungkin jembatan kebanggaan ranah minang itu tak tuntas sampai sekarang,” sebut seorang perantau Limapuluh Kota di Pekanbaru.

Diakui warga, suka atau tidak, Mulyadi sudah berbuat besar demi kemajuan Sumbar. ... Baca halaman selanjutnya