Akhirnya "Gay Muslim Comics" Diblokir Instagram

"Hasil verifikasi menunjukkan semua konten yang dimuat dalam akun instagram Alpatuni memenuhi unsur Pasar 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai larangan distribusi konten pornografi."
Komik Muslim Gay (Instagram)

KLIKPOSITIF -- akun @ Alpantuni, Instagram tokoh muslim gay atau homoseksual lelaki menyukai lelaki menghebohkan jagat media sosial Indonesia. Heboh, karena kebanyakan publik Indonesia tak sepakat dengan perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender.

Lebih-lebih @ Alpantuni memuat cerita komik seorang tokoh muslim gay. Dimulai dari Minggu (10/2/2019) pukul 14.00 WIB. Ada 3.043 orang yang mengikuti akun Instagram @Alpantuni. Dalam deskripsi akun itu juga menjelaskan identitas akun sebenarnya ‘Gay Muslim Comics’.

Akun kontroversial ini pertama kali mulai mengunggah cerita pada 4 September 2018. Dikisahkan dalam komik itu seorang pria bernama Alpantuni yang lahir dari keluarga taat beribadah dan selalu menjalankan syariat agama salat 5 waktu. Namun, ia memiliki kepribadian lain yakni seorang gay.

Sedikitnya sudah ada 11 komik tematik mengenai muslim gay yang diunggah dalam akun ini. Di setiap unggahan pun disertakan beberapa tagar mengenai gay, mulai dari tagar #gaymalaysia, #gayindonesia, #gaymuslim, #gaycomics, #komikmalaysia, #gengkomi.

Belum jelas siapa pemilik akun @Alpantuni sekaligus komikusnya, banyak warganet yang menduga komikus berasal dari Malaysia sebab muncul tagar #komikmalaysia. Namun, pada awal-awal unggahan, komik @Alpantuni menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Barulah pada komik seri terbaru yang diunggah pada 24 Januari 2019, sang penulis menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia.

Setiap unggahan komik @Alpantuni berseri akun kontroversial ini pun diserbu warganet yang mayoritas warga Indonesia. Mereka mengutuk aksi pembuatan komik gay yang mengatasnamakan Islam.

Tak hanya itu, mereka juga meminta agar Kementerian Komunikasi dan Informatika segera memblokir akun ini. Sebab, konten dalam akun telah menggambarkan Lesbian, Gay, Biseksual dan Trangender atau LGBT.

Keesokan harinya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku belum mengetahui tentang ... Baca halaman selanjutnya