Kisah Pilu Presiden Jokowi di Balik Program Keluarga Harapan

"Setiap orang tua tidak perlu takut lagi tidak bisa memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya"
Presiden Joko Widodo saat saat menghadiri penyerahan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Depok (Setkab)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Hampir 5 tahun memimpin, Presiden Jokowi sudah merealisasikan sejumlah kebijakan. Salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH).

Program tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan menopang pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Namun apa yang melatari Jokowi sebagai pemimpin negara merealisasikan program tersebut?

Ternyata, jauh sebelum jadi seorang Presiden, Jokowi punya kisah yang menyedihkan di masa kecilnya. Kisah itu pula yang menginspirasinya untuk membuat program tersebut.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku bahwa semasa kecilnya, rumah yang ia tempati bersama orang tuanya pernah digusur. Rumah tersebut berada di pinggiran sungai yang ia tempati bersama saudaranya.

Menurutnya, kejadian yang menimpanya di tahun 70-an itu sangat memilukan, "Di sini ada yang pernah ngerasain digusur? Belum? Moga-moga ini jangan ada yang pernah digusur. Sedih gitu kalau ingat saya, sedih," katanya saat menghadiri penyerahan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Depok, Selasa, 12 Februari 2019 kemarin.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, ia menyebut, dari kisah-kisah pilu itu lah dia saat ini bisa menjadi orang nomor satu di tanah air.

Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) ini pula, ia mengimbau agar setiap orang tua tidak perlu takut lagi tidak bisa memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya.

"Jangan ada yang takut untuk bermimpi anaknya bisa jadi menteri, anaknya bisa jadi presiden, bisa insyaallah. Boleh bercita-cita, kenapa tidak?," sebut dia.

Diketahui, PKH (Program Keluarga Harapan) & BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) adalah dalam rangka memberikan pertama urusan pendidikan anak.

Ia meminta agar masyarakat tidak menggunakan anggaran tersebut untuk keperluan yang tidak penting.

"Hati-hati, hati-hati. Anggaran ini sudah sejak awal memang diperuntukkan untuk ... Baca halaman selanjutnya