DPRD Sawahlunto Apresiasi Ranperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan

Sidang Paripurna DPRD sawahlunto terkait Ranperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan
Sidang Paripurna DPRD sawahlunto terkait Ranperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (Istimewa)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 4 Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kota Sawahlunto tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan tahun 2019-2033, meski dengan beberapa catatan.

Empat fraksi tersebut adalah Fraksi Partai Keadilan dan Persatuan-Partai Keadilan Sejahtera (PKPI-PKS), Fraksi Golkar, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan-Nasional Demokrat-Partai Amanat Nasional (PPP-Nasdem-PAN), dan fraksi Demokrat-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Fraksi PKPI-PKS menilai pariwisata merupakan sebuah industri yang berkembang pesat yang penuh imajinasi dan inovasi. 

Baca Juga

"Fraksi PKPI-PKS berharap Kota Sawahlunto menjadi destinasi pariwisata yang menarik, aman, nyaman dan berkelanjutan. Ini merupakan pondasi lanjutan setelah terwujudnya visi kota sebagai Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya tahun 2020," kata Afdal dari Fraksi PKPI-PKS saat Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Sawahlunto, Rabu 13 Februari 2019.

Dalam hal itu, lanjut Afdal, Pemerintah Kota Sawahlunto harus mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam wujudkan Ranperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah tersebut. "Kita harus berlari cepat dan berinovasi untuk kembali," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Fraksi PKPI-PKS menegaskan pentingnya peningkatan akses sarana dan prasarana transportasi dengan daerah tetangga untuk menunjang, pergerakan eksternal dan konektivitas antar daya tarik wisata ke kota Sawahlunto.

"Selain itu, pengembangan kualitas dan keragaman usaha daya tarik wisata akan ditentukan dengan terjalinnya kemitraan antara Pemerintah Kota, dunia usaha dan masyarakat. Sejauh mana peluang kemudahan dan pemberian insentif investasi di bidang pariwisata yang dapat diberikan sesuai ketentuan," jelasnya.

Sementara itu, Bakri anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Sawahlunto, menyatakan, usulan Ranperda ini merupakan titik penentu utama, karena perlu indikator target pertumbuhan perkembangan objek wisata.

"Menurut kami, Ranperda ini seharusnya sudah ada sejak visi dan misi kota ditetapkan, karena ini melekat dan terkolaborasi dengan Perda Rencana Rencana Tata Ruang/Rencana Wilayah/Rancana Detai Tata Ruang (RT/RW/RDTR) sebagai garis-garis besar rencana perkembangan tahapan pariwisata. Bagi kami inilah salah satu penyebab ketidakpastian tercapainya Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) kota tambang yang berbudaya 2020," tuturnya.

[Muhammad Haikal]

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Iwan R