Pessel Gratiskan 2500 Listrik untuk Keluarga Miskin

"Kami juga ada anggaran dari APBD dan kami akan cari ke pusat"
Kepala Dinas ESDM Sumbar Heri Martinus (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2019 menganggarkan biaya pemasangan listrik gratis kepada 2.500 keluarga di daerah itu. Namun angka itu tidak semuanya bisa dibiayai APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) Pesisir Selatan sehingga Pessel butuh bantuan dari provinsi dan pusat.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan kewenangan ada di Provinsi tapi mereka tidak banyak menganggarkan tahun ini untuk Pessel. "Kami juga ada anggaran dari APBD dan kami akan cari ke pusat," ujarnya usai Rapat Koordinasi Bupati/Walikota dengan Pemprov Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis, 14 Februari 2019.

Menurut Hendrajoni, puluhan tahun Indonesia merdeka masih banyak masyarakat Pessel yang tidak belum dialiri listrik. Masalahnya karena mereka tidak sanggup membayar biaya pemasangan listrik. "Biaya pemasangan Rp2 juta masyarakat kita tidak sanggup, makanya kami bantu dan kami anggarkan," katanya.

Sementara Kepala Dinas ESDM Sumatera Barat Heri Martinus menjelaskan, kewenangan pemasangan listrik di kawasan pedesaan menjadi kewenangan provinsi sejak UU Nomor 23 tahun 2014 diberlakukan. Untuk tahun ini, bantuan untuk Sumbar yang dianggarkan sabanyak 275 paket. "Dari Provinsi untuk Pessel sekitar seratusan, nanti akan kita carikan dari APBN juga," katanya.

Menurut Heri, bantuan pemasangan listrik lebih banyak difokuskan ke daerah yang rasio elektrifikasi masih rendah seperti Mentawai, Pasaman, Pasaman Barat dan Solok Selatan. "Pessel termasuk cukup baik rasio elektrifikasinya diangka 92 persen," terang Heri.

Dilanjutkannya, masyarakat yang mendapatkan pemasanagn listrik gratis tersebut harus terdaftar di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). "Kemudian syaratnya sipenerima berada pada jarak 50 meter dari tiang pemasangan," jelasnya.

[Joni Abdul Kasir]