Percepat Pembangunan, Pemprov Sumbar Andalkan Lobi Menkomaritim

"Ada beberapa percepatan pembangunan di daerah yang dibantu pemerintah pusat"
Pelabuhan Teluk Tapang, Pasaman Barat (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, ada beberapa pembangunan di daerah yang akan dipercepat pembangunannya dan dibantu pemerintah pusat. Diantaranya akses jalan sejauh 42 kilometer menuju pelabuhan Teluk Tapang, di Pasaman Barat dan pembukaan jalan sepanjang 187 kilometer di Mentawai.

"Untuk pembangunan Sumbar, kami akan melalui Menkomaritim untuk lobi lintas Kementerian sehingga realisasi bisa cepat," ujarnya, Minggu 17 Februari 2019.

Dijelaskan Nasrul, untuk Teluk Tapang telah tersedia anggaran sebesar Rp40 miliar untuk renovasi jalan dan membangun insfrastruktur tambahan pelabuhan. Sementara untuk pembukaan jalan di Mentawai sepanjang 23 kilometer sudah dalam tahap pekerjaan di tahun 2019 ini.

"Untuk pengelolaan Teluk Tapang dari pihak Pemkab Pasaman dan Pemprov Sumbar belum memiliki tenaga ahli untuk mengelola pelabuhan teluk Tapang. Untuk itu pemprov Sumbar mengusulkan kerjasama kepada Kementerian Perhubungan agar dikelola Pelindo II," jelasnya.

Dilanjutkannya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno telah mengirimkan surat kepada Kemenhub dan meminta agar pihak Kemenhub membalas surat penawaran yang telah dikirim oleh Gubernur Sumbar dan segera menerbitkan izin prinsip agar penanganan terhadap pelabuhan Teluk Tapang dapat segera dilaksanakan.

"Sebelumnya juga sudah ada persetujuan secara lisan antara Gubernur Sumbar dengan Menteri Perhubungan pada pertemuan sebelumnya," katanya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Infrastruktur Ridwan Djamaluddin juga mengingatkan agar kerjasama mengacu kepada peraturan yang berlaku, dalam tahap pelelangan menyesuaikan dengan mekanisme kerjasama MoU antara Menteri PUPR dan Panglima TNI.

"Perjanjian kerjasama (PKS) antara kepala balai pelaksana jalan Nasional II dengan Direktur Zeni TNI AD, kontrak antara Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) dengan Perwira pelaksana," ujarnya.

[Joni Abdul Kasir]