Kasus Kekerasan di Ponpes Nurul Ikhlas, 17 Tersangka Dapat Diversi

"Dari hasil perkara yang digelar, penyidik menyimpulkan pelaka tidak dapat dilakukan penahanan."
Kasat Reskrim menunjukkan barang bukti gagang sapu yang digunakan untuk memukul korban (Ist)

PADANGPANJANG, KLIKPOSITIF -- Penyidik Satreskrim Polres Padangpanjang menetapkan 17 tersangka dari 19 santri yang diduga terlibat melakukan kekerasan di Pondok Pesantren Nurul Iklas Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar-Sumbar beberapa waktu lalu.

"17 santri telah kita tetapkan jadi tersangka. Tersangka dijerat Pasal 80 ayat 1,2 jo Pasal 76 C UUPA. Tersangka yang merupakan anak bawah umur, tak bisa dilakukan penahanan," sebut Kanit Resum Ipda Awal.

Dikatakannya, sebelum perkara digelar, penyidik telah melakukan pra rekontruksi kasus di tempat kejadian perkara (TKP). Kasus kekerasan santri terjadi berulang kali. Kekerasan tersebut dilakukan di Asrama Musa 8 dilingkungan Ponpes setempat.

Dari hasil perkara yang digelar, penyidik menyimpulkan pelaka tidak dapat dilakukan penahanan.

"Pelaku merupakan anak bawah umur, penydiki memutuskan untuk Diversi atau bisa kita sebut penyelesaian perkara diluar pengadilan. Penyidik mengacu pada undang undang perlindungan anak (PPA),"sebut Kanit Awal.

Perkara tersebut ditangani secara khusus oleh penyidik PPA Polres Padangpanjang. Sejauh penanganan perkara, penyidik telah melakukan pemeriksaan 19 orang santri dan sejumlah saksi saksi.

Tidak hanya itu kita juga mengamankan barang bukti yang digunakan untuk menganiaya korban. “Kita telah amankan sepasang sepatu bot dan potongan gagang sapu sebagai alat kekerasan,” sebutnya.

Diungkapkan lebih lanjut, peristiwa kekerasan terhadap salah seorang santri (R) berawal pada Kamis, sekitar pukul 22.00 WIb. Kejadian kembali terulang, Jumat (15/2) dan Minggu (17/2) lalu. (Rj)