Pemkab Pasbar Akan Rekrut 444 P3K, Ini Formasinya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Pemerintahan Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar mendapatkan kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 444 orang dari Pemerintahan Pusat pada Tahap I tahun 2019.

Formasi itu terdiri dari 3 Formasi, yakni Formasi Guru, Formasi Tenaga Kesehatan, Formasi Tenaga Penyuluh Pertanian, dengan rincian 394 orang untuk Formasi Guru, sebanyak 22 orang untuk Formasi Tenaga Kesehatan dan sebanyak 28 orang untuk Tenaga Penyuluh Pertanian.

Menurut Asisten Bidang Administrasi Raf'aan, kouta PPPK yang didapat Pemkab Pasaman Barat pada tahap I sebanyak 444 orang. "Dari total pengadaan PPPK yang diterima dari Menpan-RB pada 4 Februari 2019, paling banyak didominasi oleh formasi guru. Hal itu merupakan kebutuhan Aparatur Sipil Negara yang mendesak untuk pemenuhan kekurangan guru di Pasaman Barat," kata Raf'an.

Baca Juga

Sementara untuk kebutuhan Tenaga Kesehatan dan Penyuluh Pertanian yang kebijakannya sudah diberlakukan sejak pengadaan CPNS tahun 2018 dibuka untuk pelamar umum yang berusia dibawah 35 tahun. Saat ini sudah banyak tenaga non PNS yang telah bekerja dibidang tersebut dan telah berusia diatas 35 tahun.

Sehingga di tahun 2019 ini, akan dilakukan rekrutmen ASN (CPNS dan PPPK) yang diawali tahap I perekrutan PPPK (P3K) untuk jabatan-jabatan Guru, Tenaga Kesehatan dan Penyuluh Pertanian dari Tenaga Honorer Eks Kategori II (TH Eks K-II) yang ada dalam database BKN dan memenuhi persyaratan Peraturan Perundang-Undangan," jelasnya.

Dipaparkan Raf'an, untuk jabatan guru dilingkungan pemerintah daerah mempunyai kualifikasi pendidikan minimal Sarjana Strata Satu atau (S1), itu pun masih aktif mengajar sampai saat ini. Selain itu, tenaga guru juga diutamakan bagi guru yang tidak lulus tes (kategori II) pada Tahun 2013 lalu. Untuk informasi itu, bisa di cek di http//info.gtk.Kemdibud.go.id.

"Untuk tenaga kesehatan harus mempunyai kualifikasi pendidikan minimal DIII bidang kesehatan dan mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku, bukan STR internship. Kecuali untuk Epidemiolog, Entomolog, administrasi kesehatan dan pranata laboratorium kesehatan mempunyai kualifikasi pendidikan DIII atau S1 Kimia atau Biologi.

Sedangkan untuk formasi penyuluh pertanian, harus mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMK bidang pertanian atau SLTA Plus sertifikasi di bidang pertanian. Namun untuk tenaga penyuluh pertanian itu berdasarkan SK Menteri Pertanian atau MoU antara Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Daerah," papar Raf'an.

Dia meminta, bagi tenaga guru dan kesehatan yang akan mengikuti P3K itu, agar menyiapkan diri dan administrasi yang diperlukan. "Mereka harus gigih mencari informasi, karena P3K ini merupakan upaya pemerintah untuk menambah SDM, demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," pintanya.

Disisi lain kata dia, selain formasi itu ada formasi lainnya yakni formasi tenaga administrasi atau teknis lainya. Namun untuk formasi itu akan dilakukan setelah tahap pertama ini selesai. Karena sebelumnya Pemerintah Pasaman Barat telah mengajukan ke Pemerintah Pusat tentang kuota P3K ini sebanyak 3.451 orang.

Dengan itu, tentunya kebutuhan Aparatur Negeri Sipil (ANS) baru bisa terpenuhi setengah dari tenaga yang dibutuhkan. Aparatur Negeri Sipil saat ini baru sekitar 4.600 orang, sementara kebutuhan sebanyak 8 ribuan," katanya.

"Sehingga untuk menghadapi kekurangan tenaga itu, kita dibantu oleh PTT sebanyak 208 orang, Tenaga Harian Lepas (THL) 2.726 orang. Jadi total pegawai kontrak sebanyak 2.934 orang," imbuhnya. [Irfan Pasaribu]

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri