Tolak Pemutusan Kerja Sepihak, Buruh SPSI Unjukrasa di Depan PT Catur

"Ini sama saja dengan pengusiran. Terlebih, pemutusan pekerjaan ini disampaikan kepada SPSI melalui pihak lain"
Mediasi antara buruh SPSI dengan PT Catur (Cecep/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Puluhan pekerja bongkar muat yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggelar unjuk rasa di depan PT Catur Sentosa Adiprana (CSA), Jalan By Pass lama km 9, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin 18 Februari 2019.

Aksi dilakukan menolak kebijakan perusahaan yang secara sepihak telah memutuskan kerja sama tanpa alasan yang jelas. Guna mencari jalan keluar, pihak SPSI, dan perwakilan perusahaan, dimediasi oleh ninik mamak setempat dan Dinas Tenaga Kerja dan Industri (Disnakerin) Kota Padang.

Koordinator Bidang Lingkungan sekaligus Ketua Buruh di PT CSA, Ade Irawan mengatakan, buruh lebih kecewa lagi sebab, pemutusan kerjasama tidak disampaikan langsung pihak perusahaan, melainkan dari pihak lain.

"Ini sama saja dengan pengusiran. Terlebih, pemutusan pekerjaan ini disampaikan kepada SPSI melalui pihak lain. Tidak langsung dari manajemen perusahaan, dan tidak ada bukti tertulis pemutusan. Padahal, kami selaku penduduk setempat, tidak pernah bermasalah selama bekerja di PT Catur," kata Ade Irawan.

Selain pemutusan kerja sama dengan buruh bongkar muat, katanya lima tenaga kerja security juga telah lebih dulu dipecat.

"Ada beberapa petugas pengamanan yang juga diberhentikan. Mereka di bawah pihak ketiga yang tentu bisa diintervensi oleh PT Catur untuk memecat. Sedangkan pemutusan kerja sama dengan buruh bongkar muat ini, seperti misi terakhir PT Catur untuk menghabiskan penduduk setempat di perusahaan ini. Kami tidak tahu apa alasan sebenarnya, padahal, buruh mendapatkan upah bongkar muat lebih banyak dari ekspedisi, bukan dari perusahaan," katanya.

Staf umum yang mewakili perusahaan dalam proses mediasi, Bobby membenarkan adanya pemutusan kerja sama oleh PT Catur terhadap sejumlah pekerja dari SPSI di perusahaan tersebut. Namun dirinya tidak dapat memberikan komentar terkait sebab pemutusan, dengan alasan tidak berwenang.

"Memang benar, terhitung hari ini ... Baca halaman selanjutnya