Hadir Dalam Peresmian Mapolsek Sumpur Kudus, Ini Pesan Buya Syafi'i Ma'arif

"Buya mengajak, untuk melawan hoaks dan ujaran kebencian. Baginya itu bukan watak Indonesia, tapi watak impor"
Ahmad Syafi'i Ma'arif (KLIKPOSITIF/Muhammad Haikal)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Ahmad Syafi'i Ma'arif, menjadi tamu kehormatan saat peresmian Mapolsek Sumpur Kudus di wilayah hukum Polres Sijunjung.

Selain pulang ke kampung halamannya, Tokoh Bangsa yang akrab disapa Buya ini, juga sebagai pemrakarsa dibangunnya kembali Mapolsek Sumpur Kudus dari uang pribadi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dalam sambutannya, Buya menyinggung masalah kelompok radikal. Menurutnya, polisi harus memahami Alquran, agar tidak kalah dengan mereka. "Kita butuh lebih banyak polisi seperti Iptu Syafril ini yang bisa mengaji dan memahami Alquran," katanya, Selasa 19 Februari 2019.

Iptu Syafril merupakan Kasat Binmas Polres Sijunjung yang melantunkan ayat suci Alquran sebelum acara peresmian Mapolsek Sumpur Kudus dimulai.

Diceritakan Buya, dirinya pernah diberi izin pihak kepolisian untuk menemui seorang napi teroris bernama Sugiono. Pada saat bertemu, yang bersangkutan lancar sekali baca Alquran. "Namun kelompok radikal dalam memahami ayat Alquran sesuai dengan kepentingan. Mereka terpapar oleh ajaran yang diperoleh dari luar," ujarnya.

Kemudian, Buya menyoroti, pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. "Hubungan masyarakat sedikit terganggu dengan pelaksanaan pesta demokrasi ini. Terutama di medsos, membagikan berita hoaks sudah tidak ada tanggung jawab sama sekali," tuturnya.

Buya mengajak, untuk melawan hoaks dan ujaran kebencian. Baginya itu bukan watak Indonesia, tapi watak impor.

"Minang itu dari terkenal dengan industri otak, ada beberapa tokoh terkenal seperti Tan Malaka Hamka, Natsir dan Hatta. Mereka berbeda pandangan politik tetapi memelihara kerukunan," ujarnya.

"Sila ke lima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sudah lama menjadi yatim piatu, sehingga ketimpangan sosial masih tajam. Mari bangsa ini kita bela," tutupnya.

[Muhammad Haikal]