Pengamat Transportasi: Tol Padang-Pekanbaru Positif Bagi Pariwisata Sumbar

Pembukaan kerangka ruas Tol Padang-Pekanbaru
Pembukaan kerangka ruas Tol Padang-Pekanbaru (KLIKPOSITIF/Joni ABK)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru kembali dilanjutkan. Sejak 9 Februari 2019 ini PT. Hutang Karya kembali memasukkan alat berat untuk membentuk kerangka jalan setelah setahun terhenti karena proses pembebasan lahan.

Pengamat Transportasi Universitas Andalas, Dr. Yossyafra M.Eng.Sc menilai, pembangunan infrastruktur tol Padang-Pekanbaru memiliki beberapa keuntungan terhadap daerah terutama Provinsi Sumbar dan Pekanbaru.

"Pembangunan tol Padang-Pekanbaru positif untuk daerah, negatif ada tapi bisa dicarikan solusinya," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF, 20 Februari 2019.

Baca Juga

Dijelaskannya, sisi positif dari tol Padang-Pekanbaru salah satunya dari sektor pariwisata. Karena pergerakan wisatawan dari Pekanbaru - Padang atau sebaliknya akan lebih cepat dan mudah, sebeb waktu tempuh akan berkurang dari biasanya.

"Wisatawan ke Sumbar itu kebanyakan dari Pekanbaru, selama ini mereka menghabiskan waktu sekitar 7 sampai 8 jam, dengan adanya tol bisa 3 atau 4 jam saja. Tentu tol ini akan menjadi alternatif mereka untuk berwisata tanpa macet," jelasnya.

Selain itu, disisi lain akan menjadi baik untuk pergerakan atau distribusi barang-barang dari Sumbar yang bersifat sensitif dengan waktu seperti ikan, sayur mayur dan produk pertanian lainnya. "Distribusi yang cepat bisa mendongkrak perekonomian terutama bagi pelaku usaha," ujarnya.

Keuntungan lain dari tol bisa mengurangi kemacetan di jalur non tol seperti yang selama ini terjadi dibeberapa titik menuju Bukittinggi. Kehadiran tol menurutnya menjadi alternatif pilihan bagi pengendara.

Namun disisi lain pembangunan tol akan berdampak kepada pelaku usaha rumah makan dan souvenir yang berjualan dipinggir jalan non tol. Sebab penurunan kendaraan yang lewat akan berpengaruh kepada omset mereka.

"Pasti akan dirasakan oleh mereka yang berjualan di pinggir jalan non tol sebab akan terjadi penurunan kendaraan yang lewat. Untuk itu pemerintah harus hadir mencarikan solusi," katanya.

Solusi yang bisa diberikan, dengan mengatur jarak rest area di tol Padang-Pekanbaru serta memberikan peluang pedagang kecil berjuang di rest area tersebut. "Pedagang kecil tadi harus diberi peluang di titik-titik rest area untuk mengais rezeki," tukasnya.

Sebelumnya (12/2), ratusan mahasiswa di Kota Padang berkunjung rasa meminta Pemprov Sumbar untuk melanjutkan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru secepatnya. Setelah tuntutan itu besoknya Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit langsung turun kelapangan melihat progres pembebasan lahan dan pengerjaan.

Ternyata ada beberapa kendala pembebasan lahan, Pemprov Sumbar langsung pasang badan untuk menuntaskan pembebasan lahan bersama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Badan Pertanahan Nasional.

Sementara Sementara Pimpinan Proyek Seksi I Tol Padang-Sicincin PT Hutama Karya, Ramos Pardede mengatakan akan melakukan pengerjaan dititik- titik lahan yang sudah bebas saja sebab kewenangan pembebasan lahan ada di BPN. 

"Kita sudah mula bentuk kerangka jalan, namun masih ada yang belum tuntas termasuk sertifikat dabel. Untuk itu mana yang sudah bebas saja yang kita kerjakan sambil menunggu lahan lain bebas," ujarnya. 

[Joni Abdul Kasir]

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Khadijah