Abrasi Bikin Objek Wisata di Ujung Pesisir Selatan Tak Indah Lagi

Kondisi Pantai Sambungo pasca dihantam Abrasi
Kondisi Pantai Sambungo pasca dihantam Abrasi (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Kondisi objek wisata Pantai Sambungo di Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan-Sumatera Barat kian memprihatikan. Konon kondisi demikian merupakan akibat abrasi pantai yang membuat kawasan wisata ini tampak tidak terawat.

Saat mengunjungi kawasan wisata ini, tampak sejumlah pohon-pohon pinus mati berserakan-tumbang di sepanjang bibir pantai. Selain kondisi yang gersang, juga tidak banyak pengujung yang dapat lihat datang mengujungi wisata ini.

"Ini sudah terjadi sejak akhir-akhir (September-Desember) 2018 lalu. Pantai Sambungo tidak lagi begitu dinikmati. Karena akibat ombak besar dan membuat pohon-pohon ini (Pinus) tumbang," kata salah satu warga Silaut, Soni.

Baca Juga

Menurutnya, beberapa tahun belakangan Pantai Sambungo banyak digemari pengunjung, terutama saat libur lebaran. Sebab, selain letaknya yang strategis, kawasan wisata ini juga dekat dengan provinsi tetangga, seperti Bengkulu dan Jambi.

"Tidak tahu untuk lebaran tahun ini (2019). Kalau, lebaran lalu kondisinya tidak seperti ini. Banyak orang yang datang, karena dulu pantai sangat bagus," terangnya.

Indahnya kawasan pantai ini dulu, salah  satunya karena daya tarik dari pohon-pohon pinus yang tertata rapi. Berbeda dengan kondisi sekarang, hanya beberapa saja yang masih berdiri tegak dan area pantai tampak tak luas lagi.

"Memang memprihatikan, kalau tidak ditata ulang, ya bisa tidak ada pengunjung lagi. Karena kalau orang berkunjung tentu melihat keindahan, tapi kalau kusut seperti ini siapa yang datang melihat saja tidak enak," sebut Soni.

Kini di kawasan pantai tampak hanya dihuni oleh beberapa kelompok nelayan penduduk setempat saja. Memburuknya kondisi pantai, sebut Soni menbuat wisatawan enggan mampir kesana.

Nagari Sambungo merupakan daerah paling selatan bagian ujung kabupaten Pesisir Selatan. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu.

Untuk mengujungi tempat ini, dapat dijangkau melalui Kota Muko-Muko Provinsi Bengkulu serta sebaliknya melalui Kota Padang ibukota Provinsi Sumatera Barat, dengan melalui jalur lintas barat sumatera.

Pantai ini berjarak 30 kilometer dari pusat Kecamatan Silaut. Untuk melaluinya, sebelumnya harus melewati pusat Kota Terpadu Mandiri (KTM) Silaut sejauh 8 kilometer dengan lama perjalan 15 sampai 20 menit mengunakan kendaraan.

Untuk pusat KTM sendiri, memiliki jarak tempuh dari Padang sepanjang 248 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 7 jam perjalanab. Sedangkan jarak  Painan menuju Pusat KTM Lunang Silaut berjarak 171 km yang dapat ditempuh selama kurang lebih 5 jam. 

[Kiki Julnasri Priatama]

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa