Kadispar Sumbar Sebut Pengembangan Mandeh harus Sesuai Perencanaan

"Rencana pengembangan kawasan Mandeh sudah ada dan dibuat PUPR"
Jalan menuju kawasan Mandeh. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengaku belum mendapatkan informasi bahwa kawasan Mandeh, khususnya Bukit Ameh yang direncanakan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan dikembangkan PT. Dempo.

"Saya baru tahu kalau Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan KEK akan dikembangkan PT. Dempo. Tapi itu baru kata Bupati belum dalam bentuk nota kesepahaman," ujarnya, Senin malam, 25 Februari 2019 waktu akan mengikuti kegiatan Pemprov Sumbar dengan Kemendagri di Auditorium Gubernuran Sumbar.

Oni menegaskan, sesuai perencanaan Bukit Ameh akan dikembangkan menjadi KEK. Rencana pengembangan kawasan Mandeh sudah ada dan dibuat PUPR. Dalam perencanaan Bukit Ameh akan diusulkan untuk KEK. Untuk itu harus diusulkan dewan KEK dan melengkapi persyaratan seperti Amdal, DED dan studi kelayakan.

"Pengembangan Mandeh harus mengikuti kaedah-kaedah perencanaan dan dalam perencanaannya Bukit Ameh akan dijadikan KEK," tegasnya.

Menurutnya, jika pengembangan oleh PT Dempo dalam bentuk KEK, tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Kemudian disampaikan, kawasan Mandeh seluas 18 ribu hektar dengan arah pengembangan kawasan wisata bahari terpadu. "Kita belum tahu rencana mereka seperti apa apakah dalam bentuk KEK atau bangun sendiri. Kalau KEK tentu harus mengikuti kaedah-kaedah KEK," jelas Oni.

Sebelumnya, usai mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Sumbar pada 14 Februari 2019, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan, pengembangan KEK Mandeh akan dilaksanakan oleh PT Dempo. Untuk pembebasan lahan telah dianggarkan, dari lokasi tersebut 400 hektar punya nagari dan 200 hektar punya masyarakat.

[Joni Abdul Kasir]