Usai Uji Laboratorium, Polresta Padang Tetapkan Dua Tersangka Penjualan Sate Daging Babi

()

PADANG, KLIKPOSITIF -- Terkait dugaan sate daging babi, pihak Kepolisian Resort Kota Padang telah menetapkan dua orang tersangka yaitu pedagang sate.

"Kami telah menetapkan tersangka dua orang yaitu inisial B dan E yang merupakan penjual sate," ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan, Rabu 27 Februari 2019.

Ia mengatakan bahwa tersangka belum ditahan karena pihaknya masih melengkapi berkas perkara yang nantinya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Padang.

Baca Juga

"Untuk tersangka belum kami tahan, karena kami menilai ia masih kooperatif dan kami juga membutuhkan waktu untuk melengkapi berkas perkara," lanjutnya.

Kapolresta menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 11 orang saksi termasuk saksi ahli dari BBPOM.

"Untuk saksi yang kami periksa ada 11 orang yaitu dari Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, pedagang daging, pedagang sate dan BBPOM," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa tersangka yang telah ditetapkan tersebut akan diancam dengan Undang-undang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sehubungan dengan itu, dari hasil Laboratorium pengecekan daging sate yang diduga merupakan daging babi, pihak kepolisian Kota Padang, akhirnya merilis hasil pemeriksaan yang meraka lakukan, pada Rabu (27/2).

Diduga penggunaan daging babi terkait sate KMS yang berlokasi di Jalan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang digeledah petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM serta Satpol PP Padang, pada Selasa 29 Januari 2019.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, pihak kepolisian menyatakan hasilnya sama dengan hasil yang dikeluarkan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) beberapa waktu lalu. [Halbert Caniago]

Editor: Eko Fajri