Terlambat Tiga Menit, Seorang Menteri Jepang Dipaksa Minta Maaf

"Di Jepang, kereta terlambat dianggap hal yang tidak biasa"
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Waktu adalah uang. Dan obsesi Jepang terhadap ketepatan waktu dapat dianggap gila dan menginspirasi pada saat yang sama. Di Jepang, kereta terlambat dianggap hal yang tidak biasa. Pada 2018, sebuah kereta berangkat dari stasiunnya 25 detik lebih cepat dari jadwal, yang membuat operator kereta mengeluarkan permintaan maaf publik

Sekarang, Menteri Olimpiade Jepang Yoshitaka Sakurada mendapat kecaman dari oposisi negara itu setelah dia terlambat tiga menit saat rapat di parlemen. Hanya tiga menit, jika itu terjadi di tempat lain, orang akan menggapnya hal sepele dan seperti tidak terjadi apa-apa. "Tidak apa-apa. Hanya tiga menit. Mari kita lanjutkan dan di persilahkan duduk", namun hal itu tidak berlaku di Jepang.

Anggota oposisi parlemen sangat marah sehingga Yoshitaka mengambil waktu mereka begitu saja, memutuskan untuk melakukan walk out yang berlangsung selama lima jam. Yoshitaka, yang juga Menteri Keamanan-Cyber di Jepang telah membuat publik Jepang heboh karena berkinerja buruk. Ia juga dikenal karena kesalahan medianya. Baru minggu lalu, dia dikritik karena menyuarakan kekecewaannya setelah salah seorang perenang Jepang untuk Olimpiade Rikako Ikee didiagnosis menderita leukemia.

Dilansir dari laman mishabele, sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh harian Jepang Asahi Shimbun mengungkapkan bahwa 65% orang merasa Yoshitaka harus mengundurkan diri sementara 13% merasa dia harus bertahan pada posisinya dan diberi kesempatan.

Sementara itu dia tidak pernah menggunakan komputer. Menteri yang ditunjuk untuk jabatannya pada Oktober tahun lalu akan ditugaskan untuk meningkatkan pertahanan dunia maya ketika Jepang bersiap untuk Olimpiade 2020 di Tokyo. Untuk pembelaannya, Yoshitaka sejak itu meminta maaf.

[Indah Amakya Tampubolon]