Soal Temuan Sidak Wako Padang, Begini Ancaman Bulog Kepada Distributor Nakal

Kepala Bulog Divisi Regional Sumatera Barat, Muhammad Anwar bersama Kabid Operasional Bulog Sumbar, M. Yusuf
Kepala Bulog Divisi Regional Sumatera Barat, Muhammad Anwar bersama Kabid Operasional Bulog Sumbar, M. Yusuf (Joni Abdul Kasir/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Perusahaan Umum (Perum) Badan Usaha Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumbar angkat bicara terkait kasus temuan sejumlah karung beras Bulog dan ampas padi dalam inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Padang ke gudang milik PT. Sabang Merauke Persada di Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Selasa (26/2).

Kabid Operasional Bulog Sumbar, M. Yusuf, membenarkan PT Sabang Merauke Persada merupakan salah satu mitra Bulog. Jika ada indikasi lain, Bulog akan memutus kerjsama dengan perusahaan tersebut.

"Ini akan menjadi evaluasi bagi kami, kedepannya kami akan meningkatkan monitoring. Jika memang ada indikasi lain, bisa jadi kami akan putus mitra dengan PT. Sabang Merauke Persada. Karena, sudah mencoreng nama Bulog," kata M. Yusuf. 

Baca Juga

M. Yusuf menyebut, bahwa PT Sabang Merauke Persada merupakan salah satu mitra Bulog yang berfungsi sebagai distributor. Sekitar setahun mereka menjadi mitra Bulog dan telah memiliki 4 down line (jaringan ke bawah). Terakhir, PT Sabang Merauke Persada membeli beras kepada Bulog 1 Februari kemarin seberat 25 ton, dan legal.

"Tapi di sini PT Sabang Merauke Persada hanya membeli beras Vietnam saja. Kalau ada beras lain, kami tidak tahu, bisa saja itu dibeli dengan pihak lain," ulas M. Yusuf.

Terkait adanya dugaan penimbunan beras yang dilakukan oleh PT Sabang Merauke Persada, M.Yusuf membantah, hal tersebut. Dia menegaskan, beras yang dibeli sebanyak 25 ton oleh PT. Sabang Merauke Persada tersebut disalurkan disetiap 4 down line mereka.

"Jadi tidak mungkin lah keempat down line itu menerima semua beras, pasti ada sisa. Ini hanya 25 ton, tidak mungkin lah menimbun, kalau penimbunan itu biasanya 200 ton ke atas," tutur M. Yusuf sembari tersenyum.

Disinggung terkait adanya spanduk operasi pasar Bulog pada salah satu truk di gudang PT Sabang Merauke Persada saat sidak yang dilakukan Walikota Padang, M. Yusuf juga menegaskan, bahwa perusahaan tersebut hanya sebagai distributor sehingga memang diwajibkan untuk memasang spanduk.

"Kemungkinan yang bersangkutan lupa mencopotnya (spanduk, red). Bisa saja begitu kan, jadi dipasang terus," tambah M.Yusuf. 

Saat ditemui KLIKPOSITIF, juga hadir Kepala Bulog Divisi Regional Sumatera Barat, Muhammad Anwar. Namun Muhammad Anwar memberikan mandat kepada M. Yusuf untuk menjawab pertanyaan wartawan. 

Sebelumnya diduga menyalahi aturan, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang milik PT Sabang Marauke Persada yang berlokasi di Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Selasa (26/2). Dari hasil pengecekan, ditemukan adanya penyalahgunaan izin perkantoran dan pool kendaraan, namun malah ditemukan tumpukan beras.
Tidak hanya soal perizinan, sidak wako bersama Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Kesehatan itu juga menemukan tumpukan beras yang diklaim telah rusak. Disana tim menemukan aktivitas bongkar muat beras yang semestinya tidak boleh dilakukan. Begitu juga terhadap izin perkantoran yang dikeluarkan, namun terdapat penumpukan barang-barang seperti beras di area gudang.

Di gudang itu pihaknya menemukan beras Bulog di dalam kontainer dan beberapa karung di dalam truk yang terpakir. Truk tersebut juga bertulisan operasi pasar. Atas temuan itu, pihaknya mempertanyakan adanya barang Bulog di gudang tersebut yang jelas keluar dari izin yang dimiliki oleh perusahaan.

(Joni Abdul Kasir)



Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Rezka Delpiera