Korban Gempa Solsel Pilih Tidur di Tenda yang Didirikan Depan Rumah

"Gempa kecil masih sering terjadi kami khawatir dinding yang sudah retak itu menimpa kami dan anak-anak"
Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman hibur anak-anak ditenda pengungsian pada malam hari Kamis, 28/2 (KLIKPOSITIF/Kaka)

KLIKPOSITIF - Lebih dari 600 jiwa (40 KK) termasuk bayi dan balita korban gempa Solok Selatan tidur ditenda seadanya didepan rumah mereka pada Kamis malam, 28 Februari 2019.

Sebagian lainnya ada yang mengungsi kerumah saudara yang terbuat dari kayu. Madialis (43) warga Jorong Taratak Sungai Kunyit mengatakan Ia bersama 40 KK disekitar rumahnya terpaksa tidur di tenda karena tidak berani tidur didalam rumah. "Gempa kecil masih sering terjadi kami khawatir dinding yang sudah retak itu menimpa kami dan anak-anak," katanya.

Pada saat yang sama anaknya menimpali meminta ayahnya untuk tidak tidur didalam rumah.
"Yah Wak kini lalok diluar dih yah, Beko nyo ampok Wak dek rumah ko (Yah, kita sekarang tidur diluar saja ya, nanti kita dihimpit oleh rumah)," ujar Affandi (4), anak Madialis.

Dari pantauan di lapangan, untuk daerah Sungai Kunyit,  tenda yang digunakan yakni terpal. Disana menampung 40 KK dengan lima bayi dan 6 anak-anak. Selebihnya orang dewasa dan remaja. Untuk selimut, mereka menggunakan kain panjang.

Saat berita ini diturunkan, situasi di lokasi hujan dari pukul 02.00 Wib hingga pagi ini. Sementara itu untuk makanan, warga mengkonsumsi makanan yang dimasak di dapur umum dan sebagian lainnya memasak dengan bahan sendiri.

[Kaka]