Bawaslu Pasbar Tangani Tiga Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu, Salah Satunya Janji Money Politik

"untuk dua perkara di Dapil III salah satu nya merupakan kasus Dugaan janji Money Politik yang diduga dilakukan peserta pemilu (caleg daerah Kabupaten Pasaman Barat) itu sendiri. Caleg itu diduga melanggar Pasal 523 Ayat 1 Junto Pasal 280 Ayat 1 mengenai janji Money Politik, pada 5/2 lalu di kecamata"
Ilustrasi (Net)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Pasaman Barat mencatat sementara telah menangani sebanyak tiga kasus dugaan pelanggaran pemilihan umum didaerah itu dalam kurun waktu dua bulan.

"Hingga saat ini perkara pelanggaran Pemilu Pasaman Barat sebanyak tiga perkara dan satu perkara sudah masuk dalam tahapan Klarifikasi dan pengkajian, sedangkan dua perkara lagi masih dalam tahapan penelusuran dan fullbucket," kata Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HPPS) Bawaslu Pasaman Barat, Beldia Putra, Jumat 29 Februari 2019 kepada KLIKPOSITIF.

Menurutnya, tiga perkara yang telah ditanganinya itu merupakan tiga pelanggaran yang berbeda dan berada di dua lokasi Daerah Pemilihan (Dapil) yang berbeda. "Satu perkara berada di Dapil I dan dua perkara berada di Dapil III di daerah itu," lanjutnya.

Ia mengatakan, untuk dua perkara di Dapil III salah satu nya merupakan kasus Dugaan janji Money Politik yang diduga dilakukan peserta pemilu (caleg daerah Kabupaten Pasaman Barat) itu sendiri. Caleg itu diduga melanggar Pasal 523 Ayat 1 Junto Pasal 280 Ayat 1 mengenai janji Money Politik, pada 5/2 lalu di kecamatan Lembah melintang.

"Sanksi nya pidana pemilu. Ya, bisa digugurkan menjadi peserta pemilu. Proses saat ini sudah dalam tahapan pengkajian dan klarifikasi. Namun pastinya akan diputuskan pada 4/3 mendatang bersama pihak penyidik kejaksaan dan kepolisian. Jika memenuhi unsur maka akan dilanjutkan, jika tidak akan dihentikan.

Sedangkan satu perkara lagi dugaan pelanggaran berkampanye di salah satu tempat rumah ibadah di Kecamatan Sungai Aur, yang diduga dilakukan oleh salah seorang peserta pemilu (caleg Provinsi Sumbar Dapil IV). Namun itu masih dalam tahapan penelurusan dan masih dalam pengumpulan Fullbucket. Akan tetapi belum bisa dipastikan serta masih sangat mentah dan masih tahap informasi awal.

Sementara kasus yang di Dapil I, pelanggaran ... Baca halaman selanjutnya