Ini Kelebihan Pariwisata Sawahlunto di Mata Wali Kota

"Sawahlunto pernah sebagai pionir pariwisata di Sumatera Barat"
Lokomotif uap yang lebih populer disebut Mak Itam di Kota Sawahlunto (KLIKPOSITIF/Haswandi)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta mengatakan, untuk menjadikan sektor pariwisata kembali berjaya Dinas Pariwisata harus membuat destinasi wisata baru.

"Sektor pariwisata itu menjual nama, apa yang ada dan apa yang baru. Kalau cuma menyempurnakan yang ada itu pengunjung akan berkurang. Itu kata kuncinya," katanya saat membuka Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Jumat 1 Maret 2019.

Untuk itu, lanjut Deri Asta, dalam merencanakan kegiatan harus ada evaluasi dan inovasi. Menurutnya, Kota Sawahlunto layak dijual dan Dinas Pariwisata diminta sebagai packaging atau pembungkusnya.

"Kita tak punya hal lain selain pariwisata. Kelebihan Sawahlunto punya pariwisata yang tidak dipunyai oleh daerah lain, terutama dalam pemanfaatan destinasi wisata pasca tambang," lanjutnya.

Diceritakan Deri Asta, Sawahlunto pernah sebagai pionir pariwisata di Sumatera Barat, seperti Waterboom pertama di Sumatera, 5 tahun lebih mengambil keuntungan, namun berangsur-angsur sepi karena daerah lain meniru dan menjadi saingan. "Saking ramainya jalanan macet sampai simpang Muaro Kalaban atau 1 kilometer lebih," ungkap Wali Kota.

Deri Asta mengemukakan akan membuka bekas lubang batubara Lubang Lunto Dua di Kelurahan Saringan dan sedang berkoordinasi dengan PT. Bukit Asam. "Nantinya bagaimana pengunjung bisa masuk lubang tambang dengan lori dengan memakai perlengkapan tambang," tuturnya.

Terakhir, ia menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pariwisata yang selama ini belum menikmati manfaat secara langsung. "Kita harus menyediakan tempat penjualan cinderamata. Cinderamata yang dibuat oleh warga Sawahlunto dan yang dibina," tutupnya.

[Muhammad Haikal]