Mulyadi: Mengapa Harus Pariwisata?

"Sumatera Barat dianugerahi karunia yang tak terhingga. Panorama alam demikian indah"
Wakil Ketua DPR RI Komisi VII - Mulyadi (Ist)

KLIKPOSITIF - Sumatera Barat dianugerahi karunia yang tak terhingga. Panorama alam demikian indah. Danau membentang, sawah terhampar dan pegunungan hijau menjulang serta sejuk dipandang mata. Belum lagi dengan kekayaan budaya dan kuliner.

Sebagai anggota DPR, saya terus mendorong kemajuan pariwisata Sumatera Barat. Kelok sambilan dibangun, salah satunya untuk kepentingan pariwisata. Bagaimana akses ke provinsi tetangga me njadi lebih lancar.

Dengan akses lancar, maka mobilitas barang dan jasa menjadi lebih mudah dan murah. Dengan lancarnya akses ke Sumbar, maka usaha rumah makan, kerajinan tangan serta hotel akan hidup. Banyak yang bertanya ke saya, kenapa pariwisata Sumbar harus maju?

Pariwisata merupakan industri yang perputaran uangnya demikian besar. Bila pariwisata maju, maka usaha kuliner berkembang. Kuliner bahan bakunya berasal dari petani, nelayan dan sebagainya. Pariwisata akan membuka peluang yang lebih besar. Tenaga kerja juga akan terserap dalam jumlah banyak.

Belum lagi usaha kerajinan tangan yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Pariwisata bukan sekedar jalan-jalan, tapi para pelancong akan membawa buah tangan sebagai pertanda pulang dari tanah Minang. Dengan pariwisata, usaha kecil menjadi lebih betkembang.

Saya terus mendorong pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur di Sumatera Barat. Tujuannya, agar daerah ini semakin maju serta pariwisata kian tumbuh. Sumatera Barat merupakan daerah yang minim dengan potensi alam berupa kekayaan mineral. Kita beda dengan Kalimantan Timur, Papua, Sumatera Selatan maupun Riau. Daerah itu kaya dengan potensi alam berupa minyak dan gas.

Meski minim kekayaan mineral dan energi, tapi kita memili alam yang elok dipandang mata serta sejuk. Inilah modal untuk membangun pariwisata. Dengan mengelola pariwisata secara serius, maka secara otomatis pendapatan daerah meningkat.

Bila hotel penuh, maka ... Baca halaman selanjutnya