Mitigasi Bencana, BPBD Sumbar Akan Tanam Cemara Udang Sebagai Pelindung

"Sekarang yang dibutuhkan adalah kesiapan menghadapi terjadinya bencana yang datangnya tidak bisa ditebak"
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Erman Rahman (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ancaman Megathrust Mentawai yang menyebabkan tsunami bisa terjadi kapan saja. Untuk itu perlu kesiapansiagaan bencana yang matang terhadap masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) khususnya bagi mereka yang bermukim di pinggir pantai.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar Erman Rahman menyampaikan, saat ini pihaknya tengah menghitung kebutuhan bibit Cemara Udang dan lokasi pohon pelindung itu ditanam. Dari 7 kabupaten dan kota pesisir pantai di Sumbar tahap awal penanaman akan dilaksanakan di Kota Padang.

"Kami berkoordinasi dengan BNPB terkait bibit yang bagus. Nanti mereka akan kirim bibit dan kami titipkan di Batalyon di Kota Padang. Mudah-mudahan dalam minggu ini sampai di Padang," ujarnya kepada KLIKPOSITIF, Senin, 4 Maret 2019.

Menurutnya, peristiwa alam tidak dapat ditolak. Namun, menimalisir risiko kerusakan, korban jiwa saat terjadi bencana bisa ditekan. Salah satu meminimalisir kerusakan dan korban dengan cara vegetasi atau menanam tumbuh - tumbuhan disekitar pantai yang menjadi sasaran terjangan tsunami.

"Sekarang yang dibutuhkan adalah kesiapan menghadapi terjadinya bencana yang datangnya tidak bisa ditebak," katanya.

Dilanjutkan Rahman, penaman pohon pelindung seperti Cemara Udang Bakau, Palaka, Pule, Ketapang, Beringin, dan Mahoni terbukti bisa meminimalisir korban terjangan tsunami.

"Berkaca kepada beberapa peristiwa tsunami, tanaman pelindung bisa menjadi penyangga terjangan tsunami, seperti Tanjung Lesung, di Pantai Mutiara Carita kebanyakan yang parah karena tidak memiliki pohon pelindung," terangnya.

Penaman nantinya akan dilanjutkan ke daerah pesisir pantai setelah Kota Padang, yakni, Mentawai, ... Baca halaman selanjutnya