Pasca Gempa, BPBD Sumbar : Warga Solsel Sudah Mulai Bangkit dan Beraktivitas

"Siang hari mereka sudah beraktivitas kembali seperti biasa"
Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman (Joni Abdul Kasir/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan bahwa warga Kabupaten Solok Selatan sudah mulai bangkit dan beraktivitas kembali pasca gempa berkekuatan 5.6 Skala Ricther (SR) yang melanda wilayah tersebut, Kamis 28 Februari 2019.

"Jadi ada 2, 3, dan 4 rumah yang rusak berat kemudian mereka bikin tenda 1. Jadi yang rusak berat memang mereka langsung di tenda itu, yang ringan dan sedang mereka malam saja di situ (ditenda, red). Siang hari mereka sudah beraktivitas kembali seperti biasa," kata Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman, saat ditemui diruang kerjanya, Senin, 4 Maret 2019.

Rahman menjelaskan, bahwa proses penanggulangan bencana dilakukan sesuai prosedur, tahap demi tahap. Hal itu juga berlaku pada penanggulangan gempa di Kabupaten Solok Selatan. Tahap pertama adalah masa tanggap darurat. Masa tersebut berlangsung selama 14 hari terhitung sejak bencana terjadi.

"Masa tanggap daruratnya saja masih lama, kita prioritasnya memulihkan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat. Setelah masa tanggap darurat ditutup baru kita masuk ke tahap rekontruksi dan rehabilitasinya," ujarnya.

Terkait kerugian materi, dia menyebutkan, saat ini mencapai Rp25,6 milliar. Kerugian tersebut merupakan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Data terkini ada 479 rumah rusak, 7 sekolah, 3 rumah ibadah, 3 fasilitas kesehatan, 1 kantor, dan 1 kios. Kecataman Sangir Balai Janggo dengan 4 Nagari terdampak besar dengan kerugian Rp20 milliar.

"Datanya masih sama, gak ada berubah. Bagi masyarakat yang rumahnya rusak sedang dan berat, kita sediakan tenda pengungsian serta dapur umum," tutur Rumainur.

Sementara untuk jumlah korban luka-luka yang masih dalam perawatan tercatat 62 orang. Mereka dirawat di sejumlah Puskesmas. Dengan rincian, di Puskesmas Mercu 43 orang, Abai 11 orang, Talunan 5 orang, Bidar Alam 2 orang, dan di RSUD Solok Selatan 1 orang.

"Korban yang luka-luka juga masih ... Baca halaman selanjutnya