Rawan Bencana Alam, BPBD Sumbar Butuh Kapal Cepat

Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman memperhatikan proposal kapal yang diusulkan ke BNPB
Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman memperhatikan proposal kapal yang diusulkan ke BNPB (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Sumatera Barat ( Sumbar ) membutuhkan kapal cepat untuk mempermudah akses kebencanaan saat terjadi bencana .

Hal ini disebabkan ada 7 daerah pesisir pantai di Sumbar yang berpotensi terjadi bencana dan harus mendapatkan penanganan segera salah satunnya yang menjadi fokus utama adalah untuk menjangkau Kabupaten Kepulauan Mentawai.

baca juga: Total Sudah 120 Orang Klaster Pasar Raya Padang Positif COVID-19

Ancaman Megathrust Mentawai bisa terjadi kapan saja dan memerlukan penanganan yang cepat. Sementara saat ini sarana dan prasarana pendukung untuk cepat tersebut belum tersedia.

Kepala BPBD Sumbar , Erman Rahman mengaku telah mengajukan pengusulan kapal cepat penanggulangan bencana ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Kapal tersebut diprioritaskan meminimalisir dampak bencana tsunami.

baca juga: Sektor Pariwisata Bakal Dibuka, Jokowi: Strategi Khusus Harus Disiapkan

”Surat pengusulan kapal itu langsung ditandatangani gubernur dan sudah diajukan ke BNPB pada minggu lalu,”ujarnya, Selasa, 5 Maret 2019.

Ia menjelaskan, kapal tersebut memiliki panjang 26 meter. Sedangkan biaya pengadaan satu unit kapal itu menelan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan yang bisa membantu kegiatan kebencanaan seperti alat telekomunikasi, rumah sakit mini dan sarana navigasi.

baca juga: Dirut Baru TVRI Pernah Jadi Kontributor Playboy, Jansen: Apa Tidak Ada yang Lain?

"kapal memiliki kecepatan 45 knot. Artinya, jika dari Kota Padang Mentawai hanya membutuhkan waktu 1,5 jam saja. Jadi, jika bencana cepat bisa ditangani," terangnya.

Selain tersebut diperlukan guna meminimalisir dampak bencana . Kapal tersebut termasuk kapal patroli yang difokuskan untuk menanggulangi bencana gempa dan tsunami.

baca juga: Jokowi: Pandemi Corona Ubah Tren Pariwisata Dunia

”Kapal ini juga berfungsi sebagai alat bantu transportasi dan evakuasi menghadapi bencana gempa yang berpotensi tsunami ataupun saat terjadi tsunami,” jelasnya.

Ia mengatakan jika pengadaan kapal tersebut disetujui, maka kapal tersebut akan dioperasikan untuk patroli dan penanggulangan bencana di kepulauan dan pesisir pantai Sumbar yakni Mentawai, Pesisir Selatan, Kota Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Agam dan Pasaman Barat.

Erman menambahkan, di dalam kapal tersebut nantinya dilengkapi berbagai sarana penunjang. Di antaranya sarana navigasi. Ia mencontohkan, saat terjadi bencana , sinyal handphone dan penghubung lainnya akan terputus. Namun hal itu tidak akan terjadi di kapal cepat tersebut.

Kapal tersebut akan tetap terhubung ke dunia luar meski berada di lautan dan di daerah atau kepualauan yang sedang terjadi bencana .

“Untuk itu perlu kesiapsiagaan menghadapi bencana itu, tidak hanya paham mitigasi bencana namun juga ditunjang oleh sarana yang memadai. Kami berharap kapal ini pengadaannya bisa disetujui oleh Pemerintah Pusat,” pungkasnya.

Sebelumhya Wakil Gubernur Sumbar , Nasrul Abit meminta BPBD provinsi dan kabupaten/kota agar tetap siaga 24 jam. Sebab, bencana bisa datang kapan saja.

“Potensi bencana di Sumbar sangat tinggi. Maka, petugas BPBD diminta selalu siaga 24 jam. Tidak ada lagi menunggu perintah, jika ada informasi bencana agar segera terjun langsung ke lokasi tersebut melakukan penanganan,” tegasnya. (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri