Edarkan Sabu dan Inex, Penjual Kain Ditangkap di Sijunjung

"Jadi, tersangka ini sehari-harinya berjualan kain di Pasar Sungai Tambang. Ia menjual narkotika kepada orang yang sudah dikenal"
Pihak kepolisian memperlihatkan alat bukti narkotika saat Press Relalis di Polres Sijunjung, Rabu (6/3) (KLIKPOSITIF/ Haikal)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Edarkan narkotika jenis sabu dan inex. Seorang pria ditangkap jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kamang Baru, wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung.

Ia ditangkap di Los Pasar Baru, Jorong II Kamang Baru, Kenagarian Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung pada 28 Februari 2019 lalu.

Kapolres Sijunjung, AKBP Driharto menyebutkan, tersangka berinisial ADP (39) ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu, kemudian dilakukan penyelidikan dan pengecekan. Ternyata memang benar, ADP menyimpan barang haram di dalam kain dagangannya.

"Jadi, tersangka ini sehari-harinya berjualan kain di Pasar Sungai Tambang. Ia menjual narkotika kepada orang yang sudah dikenal," katanya saat press release di Mapolres Sijunjung, Rabu 6 Maret 2019.

Driharto menambahkan, dalam mengedarkan sabu, tersangka telah membagi beberapa paket mulai dari paket kecil dan sedang.

"Ada 59 paket yang ditemukan petugas, dia sudah membuat paket-paket dengan harga yang berbeda, mulai dari harga Rp100 ribu, Rp500 ribu dan paling besar sampai dengan Rp4 juta," tambahnya.

Namun, sambung Driharto, dimana barang-barang tersebut diperoleh dan siapa lagi yang terlibat dalam kasus tersebut masih dalam pengembangan.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Sijunjung, Iptu Rajulan Harahap mengatakan, terdapat puluhan paket kecil narkotika jenis sabu, yakni 47 paket kecil, 2 paket sedang dan uang tunai sebesar Rp1,4 juta.

"Selain ditemukan 17 butir pil inex berwarna biru yang dijual sebesar Rp260 ribu perbutir," tuturnya.

Jika terbukti, ADP disangkakan pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda sedikitnya Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (Haikal)