Curi Smartphone, Tiga Pelajar SMA di Sijunjung Diciduk

"Sembari melapor, korban juga berusaha melakukan pencarian smartphone miliknya dengan cara menggunakan aplikasi cari perangkat"
Tiga Pelaku Pencurian Smartphone (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Tiga pelajar salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Sijunjung ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sumpur Kudus karena mencuri smartphone.

Diketahui, ketiga pelaku berinisial G (20), DO (19) warga Jorong Kuok, Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung dan SW (20) warga Jorong Koto Tinggi, Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sijunjung, AKBP Driharto menceritakan kronologis terungkapnya aksi ketiga pelajar tersebut, berawal dari korban yang bernama Gema melaporkan kehilangan smartphone miliknya ke Mapolsek Sumpur Kudus pada 3 Maret 2019 lalu.

"Sembari melapor, korban juga berusaha melakukan pencarian smartphone miliknya dengan cara menggunakan aplikasi cari perangkat. Hasilnya keberadaan smartphone di Guguak Cino, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar di sebuah konter handphone," katanya saat press release, Rabu 6 Maret 2019.

Penelusuran korban, kembali dilaporkan ke Polsek Sumpur Kudus. "Saat personel mendatangi konter tersebut, pemilik konter mengaku bahwa smartphone tersebut telah dibeli dari orang yang tidak dikenal dari Lintau, Tanah Datar," jelas Kapolres.

Kemudian, korban menunjukkan foto orang yang dicurigai sebagai pencuri smartphonenya. "Pemilik konter membenarkan bahwa orang yang ditunjukkan oleh korban yang menjual kepadanya. Smartphone itu dijual seharga Rp1 juta," tambahnya.

Ditegaskan Kapolres, ketiga pelaku memang dalam status pelajar, namun dari segi umur ketiganya bukan dibawah umur lagi. "Itulah sebabnya kasusnya diproses secara pidana dan dilakukan penahanan. Pasal yang disangkakan pasal 363 ayat 1 ke 4e jo Pasal 480 KUHP," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sumpur Kudus, Iptu Mulyadi menambahkan, ketiga pelaku mengakui perbuatannya. "Hasil penjualannya dibagi tiga dengan rincian, SW dan G sebanyak Rp300 ribu dan DO ... Baca halaman selanjutnya