Bagaimana Wanita Palestina Memimpin Perlawanan Tanpa Kekerasan?

"karena penggunaan taktik tanpa kekerasan mereka hampir 100 persen lebih mungkin berhasil daripada kampanye kekerasan."
Naila Ayyash (kiri) pada sebuah demonstrasi selama Intifada Pertama pada akhir 1980-an (Luisa Morgantini / Just Vision)
mereka.

"Semakin banyak orang terlibat, semakin besar hasil yang dapat Anda harapkan dari gerakan seperti itu," Iltizam menjelaskan, sambil melangkahi tabung gas air mata saat ia berjalan melalui sebuah lapangan di Budrus.

"Ketika perempuan mulai berpartisipasi, jumlahnya dua kali lipat, gerakan itu menjadi jauh lebih besar. Jika semua orang berpartisipasi, itu berarti lebih sedikit kritik dan dorongan dari semua orang ketika kita berdiri bersama, itu menunjukkan apa yang bisa dilakukan orang ketika mereka bekerja bersama sebagai sebuah komunitas. Itu adalah gerakan seluruh desa," paparnya.