Ratusan Pelajar SMAN 5 Minta Kepsek Mundur, Disdik Sumbar Jelaskan Hal Ini

"Kami akan telurisi dan kaji permasalahannya sehingga sampai ada unjukrasa dari siswa terhadap kepsek"
Pelajar di SMAN 5 Padang berunjukrasa di Sekolah (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) akan mempelajari masalah di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Padang yang memicu tuntutan siswa terhadap kepala sekolah mereka.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman Bur kepada KLIKPOSITIF menyampaikan, akan mengkaji persoalan tersebut. Sebab dirinya tidak bisa memberikan komentar banyak sebelumnya tahu persoalan secara mendalam dan informasi dari sekolah.

"Kami akan telurisi dan kaji permasalahannya sehingga sampai ada unjukrasa dari siswa terhadap kepsek," ujarnya singkat Senin, 11 Maret 2019.

Dijelaskannya, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, urusan dan kewenangan SMA/SMK menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi.

"Kami akan lihat dan cari akar masalahnya, karena SMA dan SMK menjadi kewenangan provinsi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Padang melakukan aksi unjukrasa usai menggelar upacara bendera pada Senin 11 Maret 2019.

Unjukrasa tersebut dilakukan untuk meminta agar Kepala Sekolah yang saat ini menjabat diturunkan dari jabatannya sebagai kepada sekolah.

Dalam orasinya, seluruh siswa meminta agar kepala sekolah yang saat ini menjabat, Yenni Putri mundur sebagai Kepala Sekolah.

"Kami meminta agar Kepala Sekolah mengundurkan diri dan diganti karena ada beberapa alasan kami," ujar Koordinator Lapangan aksi, M Risko.

Ia memaparkan alasan mereka meminta kepala sekolah agar mengundurkan diri dari jabatannya dengan 18 alasan. "Yang pertama, Kepala Sekolah lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada sekolah," ujarnya. (Joni Abdul Kasir)