Dua Program Jitu Presiden Jokowi untuk Sumbar

"Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang digencarkan Presiden Jokowi."
(Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang digencarkan Presiden Jokowi. Sejumlah warga di Kelurahan Ulak Karang Selatan merasa terbantu dengan adanya bantuan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka merasa bantuan tersebut bisa meringankan beban hidup keluarganya.

Di depan sidang bersama DPR dan DPD RI, 16 Agustus 2018 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan program pendidikan gratis di empat tahun masa pemerintahannya sudah berjalan optimal. Tak kurang dari 20 juta siswa kurang mampu secara ekonomi, saat ini sudah menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Realisasi penerima manfaatnya di tahun 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik,” kata Jokowi waktu itu.

Program KIP terbagi di semua usia dan jenjang pendidikan, dengan kategori usia 6-21 tahun. “Kita harus pastikan anak-anak Indonesia dapat bersekolah tanpa kendala biaya melalui pembagian KIP,” ucap Jokowi.

Ia berharap anak-anak Indonesia bisa bersekolah hingga setidaknya menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Jokowi juga mengungkapkan, akses dan layanan pendidikan yang meningkat di era pemerintahannya ditunjukkan dengan meningkatnya harapan lama sekolah penduduk muda. “Harapan lama sekolah penduduk muda tahun 2017 telah mencapai hampir 13 tahun,” tandasnya.

Menurut salah satu warga Kelurahan Ulak Karang Selatan, Jalan Bahari, Novi Susistiawati (39), anaknya Zahira Nur Aisyah (13), pelajar SMP Negeri 7 Padang sudah sejak Sekolah Dasar menerima beasiswa dari Kartu Indonesia Pintar (KIP). Melalui rekening BRI, anaknya rutin menerima Rp450 ribu per enam bulan. Dengan demikian ia tak kesulitan memikirkan biaya sekolah sang anak. "Alhamdulillah, dengan adanya beasiswa itu saya bisa membiayai kebutuhan sekolah anak. Saya bisa ikutkan dia bimbel, beli sepatu, buku dan tas,"sebutnya.

Ia sampaikan sebelum adanya ... Baca halaman selanjutnya